oleh

Berkas Penyidikan Dilimpahkan ke Kejaksaan, Ketua KPU Palembang Berdoa Penyidikan Distop

PALEMBANG – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Eftiyani berharap. Penyidikan kasus yang menimpanya bersama empat orang komisioner lain agar dihentikan.

Eftiyani mengatakan, mereka akan tetap mengikuti proses hukum, setelah berkas penyidikan dilimpahkan oleh penyidik Gakkumdu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.

“Kami akan ikuti proses hukum, kalau kemarin proses hukumnya di Kepolisian. Mulai hari ini proses hukumnya di Kejaksaan. Tetap kita berdoa bahwa persoalan ini setop, karena kalau kita bicara Undang-undang, ketua DKPP sudah bilang bahwa ini (masalah kode etik), ya cuma tadi tergantung sekarang kan bolanya di Kejaksaan,” kata Eftiyani usai bertemu dengan Sekda Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (19/6).

KPU Kota Palembang pun saat ini telah mengirimkan kronologi kejadian terkait pelaksanaan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di 70 TPS Kecamatan Ilir Timur II kepada KPU RI.

“KPU RI sudah menyatakan, kalau itu (ranahnya) di DKPP, semestinya di DKPP dulu, mana kala kami melakukan pelanggaran kode etik berarti kami kena sanksi. Nah itu kalau ditemukan unsur pidana, maka itu baru ranahnya Gakkumdu. Tapi kita tidak tahu kan mekanismenya gimana,” jelasnya.

Eftiyani pun kembali menjelaskan duduk persoalan kasus dugaan pidana pemilu yang menimpa dirinya tersebut. Menurutnya, syarat pelaksanaan PSL adalah dihentikannya dulu penghitungan suara pada saat digelarnya pemilu ketika 17 April 2019 lalu.

“Bukan terhenti tanggal 20 April, tanggal 20 April itu sudah rekap, sudah terbit DAA1 kan begitu. DAA1 nya sudah disahkan nasional itu masalahnya, tanggal 20 hasil (pemilu) Ilir Timur 2 sudah sampai nasional dan sudah sah,” pungkasnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya