oleh

Berobat Gratis Menggunakan KK/KTP, Kabupaten Lahat Harapkan Dukungan Media

LAHAT – Program berobat gratis bagi masyarakat Lahat sedikit berubah pola dibanding tahun 2019 lalu. Jika sebelumnya seluruh warga dijamin oleh BPJS Kesehatan. Tahun 2020 ini Program Berobat Gratis bagi masyarakat Lahat kombinasi antara BPJS Kesehatan dengan penggunaan KK/KTP.

“Program berobat gratis ini untuk membantu masyarakat. Kami harap media ikut mendukung program ini,” ujar Bupati Lahat Cik Ujang SH didampingi Wabup Lahat H Haryanto SE MM MBA dan Kadis Kominfo Lahat Rudi Dharma, Rabu malam (22/1), saat silaturahmi dengan awak media di Pendopoan rumah dinas bupati Lahat.

Sambungnya dukungan media juga sangat diperlukan guna mengontrol dan mendukung agar program bagi masyarakat berjalan dengan baik. Selain itu, diharapkab agar hubungan pemkab dan media bisa terlaksana secara bersinergi.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Ponco Wibowo SKM MM,  bahwa tidak sepenuhnya seluruh masyarakat Lahat dijamin BPJS Kesehatan karena anggaran yang membengkak dengan kenaikan premi BPJS. Tahun 2019 lalu ada 177 ribu warga yang dijamin menggunakan BPJS Kesejatan dengan anggaran sebesar Rp 49 miliar.

Sehingga tahun 2020 ini yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan dari PBI daerah sebanyak 9952 warga. Sementara untuk PBI pusat sebanyak 119 ribu warga.”9952 warga itu merupakan keluarga PKH yang belum terjamin oleh PBI Pusat,” ujar Ponco Wibowo. Lalu yang mengikuti program berobat gratis menggunakan KK/KTP ada 177.028 warga Lahat.

Dijelaskannya bahwa Program Berobat Gratis bagi masyarakat Lahat ini merupakan program unggulan Bupati Lahat Cik Ujang SH- Wabup Lahat H Haryanto SE MM MBA menuju visi misi Kabupaten Lahat Bercahaya.

Progran ini untuk menolong masyarakat yang belum mampu mandiri. Agar mendapatkan pelayanan kesehatan. Program ini khusus kelas 3 dan fasilitas kesehatan yang dinikmati berjenjang. Yakni dari Puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit Tipe C, kemudian rujukan ke tipe B.

Sementara persyaratan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan hanya menggunakan Kartu Keluarga (KK) atau KTP, atau Surat Keterangan.

Sementara untuk rujukan ke rumah sakit ditambah surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan bahwa belum terjamin asuransi kesehatan dan swasta.

Selanjutnya untuk kerja sama dengan rumah sakit lain, sambungnya telah melakukan kerja sama. Seperti dengan RSUD Lahat, RSUD Mohamad Hosein, RSUD Arbain Muara Enim, Siti Fatimah Palembang, DKT Lahat.(gti)

Komentar

Berita Lainnya