oleh

Bersama Dua Jenderal Lain, Wakapolda Sumsel Rebut Kursi Deputi Penindakan KPK

SUMEKS.CO – Wakapolda Sumsel Brigjend Pol Rudi Setiawan bersama dua jenderal dari kepolisian akan memperebutkan posisi Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah melewati uji makalah, presentasi dan wawancara di hadapan pimpinan KPK pada Jumat (3/4/2020) lalu.

Dua jenderal itu yakni Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Kepala Pendidikan dan Pelatihan (Kadiklat) Reserse Lemdiklat Polri, Brigjen Agus Nugroho. Selain soal kompetensi, laporan harta kekayaan ketiga jenderal tersebut juga menarik untuk dibahas.

Berdasarkan elhkpn.kpk.go.id yang diakses pada Selasa (7/4/2020), Brigjen Karyoto memiliki harta terbanyak, yakni sebesar Rp 5,4 miliar atau tepatnya 5.453.000.000.

Karyoto menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 18 Desember 2013 lalu. Dalam LHKPN tersebut, Karyoto tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 5.720.000.000.

Untuk harta bergerak, Karyoto yang merupakan lulusan Akpol 1990 ini memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 400 juta. Karyoto juga tercatat memiliki giro dan setara kas lainnya senilai Rp 1.278.000.000. Namun, mantan analis Kebijakan Utama bidang Pidana Korupsi Bareskrim Polri memiliki utang senilai Rp 2.845.000.000.

lalu, Brigjen Rudi Setiawan juga memiliki harta yang lebih dari Rp 2 miliar. Dalam LHKPN yang terakhir disetorkannya ke KPK pada 31 Desember 2019 itu, Rudi Setiawan mengklaim memiliki total harta kekayaan Rp 3.112.049.834.

Dalam LHKPN tersebut, lulusan Akpol 1993 ini memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 2.500.000.000.

Rudi yang sempat mendampingi Firli Bahuri saat memimpin Polda Sumatera Selatan itu memiliki harta bergerak tercatat, yakni aset alat transportasi dan mesin berjumlah Rp 85.000.000. Rudi juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 10.000.000 serta kas dan setara kas Rp 517.049.834.

Sementara itu, Agus Nugroho terakhir melaporkan hartanya ke KPK pada 6 Juli 2018. Dalam LHKPN itu, Agus Nugroho mengklaim memiliki total harta kekayaan Rp 790.300.000. Harta lulusan Akpol 1990 ini terdiri dari harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 500.000.000 yang berada di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Untuk harta bergerak, Agus Nugroho memiliki alat transportasi dan mesin berupa mobil Honda Jazz tahun 2017 senilai Rp 105.000.000. Mantan Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadir Tipidum) Bareskrim Polri ini juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 55.500.000 serta kas dan setara kas senilai Rp 129.800.000.

KPK sebelumnya berjanji akan memilih kandidat yang memiliki kapasitas, kapabilitas dan mumpuni untuk posisi Deputi Penindakan. Lembaga antirasuah turut mengajak masyarakat untuk mengawal proses dan KPK terbuka atas masukan dari masyarakat terkait proses seleksi tersebut.

“KPK mengharapkan peran aktif masyarakat untuk mengawal dan memberikan masukan mengenai rekam jejak para kandidat dari empat jabatan struktural di KPK tersebut sehingga nantinya terpilih pejabat struktural yang berintegritas dan profesional,” ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan.(net/edho)

 

Komentar

Berita Lainnya