oleh

Berusaha Kabur Penipu Ini Sial, Mobilnya Pecah Ban

SEKAYU – Pelarian M. Amin (44), warga desa Cinta Manis Lama, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin berakhir. Ia diringkus jajaran Polsek Babat Supat, di jalan raya Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Senin (17/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Kasusnya baru dirilis Polsek Babat Supat pada pers, hari ini, Jumat (21/2/20202)

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan polisi setelah mendapat laporan Alam (31) warga dusun 4 Desa supat induk Kecamatan Babat supat, Muba. Korban mengaku telah ditipu tersangka dalam bisnis jual beli sawit.

Bagaimana ceritanya?

Kapolsek Babat Supat Iptu Indra Weni kepada Sumatera Ekspres menuturkan kasus bermula saat korban mendapatkan tawaran tersangka untuk membeli sawit dari tersangka sebanyak 80 ton.

“Korban merupakan pengepul sawit, tersangka juga ngakunya bisnis jual beli sawit. Tersangka menawarkan sawit sebanyak 80 ton dengan harga Rp80 juta, mereka negosiasinya di desa Sukamaju, Babat Supat,” ujar Indra.

Setelah ketemu kata sepakat, korban akhirnya mentransfer uang untuk DP pembayaran buah sawit sebesar Rp40 juta melalui BRI Link.

“Tersangka berjanji akan dikirimkan dalam waktu seminggu, ternyata sampe sebulan tidak kunjung dikirim. Kemudian nomor ponsel tersangka juga tidak aktif lagi, sehingga korban melapor ke kita,” tandasnya.

Polisi kemudian mendapat informasi keberadaan tersangka dan langsung melakukan pengejaran dipimpin Kanit Reskrim Ipda Azhari Purnama.

“Sebelumnya kita mendapatkan informasi bahwa tersangka sering terlihat pulang ke rumah istrinya di Desa Cinta Manis Lama, Mariana. Kita kemudian mendapati tersangka membawa mobil sedan putih di jalan raya Sungai Pinang, kita kejar dia berusaha kabur,” kata Indra.

Sial bagi tersangka, kendaraannya pecah ban dalam pengejaran tersebut. Namun dia tetap berusaha kabur dengan turun dari mobil dan lari.

“Kita kejar dan berhasil kita tangkap,” cetusnya.

Tersangka sendiri kata Indra mengaku sudah tidak punya uang untuk mengembalikan uang korban. “Sudah habis semua, katanya habis untuk bayar utang. Ternyata utangnya banyak disana-sini,” pungkas Indra. (kur)

Komentar

Berita Lainnya