oleh

Berusia Belasan Tahun, Gudang Pengepul Limbah Plastik Terbakar

-Hukum-112 views

SUMEKS.CO – Kebakaran hebat kembali terjadi di kota Palembang pada musim kemarau ini. Dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan, sudah lebih dari 5 kawasan di seberang ilir dan seberang ulu yang menjadi titik yang habis dilalap di jago merah.

Jumat (20/9) sekitar pukul 13.30 WIB, api melalap sebuah gudang yang dijadikan tempat pengepul limbah plastik, sekaligus rumah yang berada di area gudang dan sebagian belakang tiga rumah milik warga yang berada di Perumahan Istana Arofatuna ikut hangus terbakar.

Angin yang bertiup kencang membuat petugas terus berjibaku selama hampir enam jam untuk memadamkan api yang mengeluarkan asap hitam pekat. Melihat api yang membumbung tinggi dari gudang yang berada di Jl Kol Sulaiman Amin (Noerdin Pandji), Km 7, RT 3/1, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) itu sejumlah warga terus berteriak histeris.

“Tolong lah Pak, jangan yang dipadamkan cuma gudang itu tapi rumah kami yang berada di belakang gudang api sudah merambat. Apolagi angin kencang nian. Kami tahunyo itu gudang untuk ngumpulkan barang bekas Dek,” ujar seorang ibu yang terus histeris tampak sibuk mengeluarkan barang-barang berharga dari dalam rumahnya.

Tujuh unit mobil PBK Kota Palembang dibantu satu unit mobil Water Cannon milik Dit Shabara Polda Sumsel juga ikut membantu memadamkan api.

Belakangan diketahui gudang pengelolahan limbah tersebut milik Didi Kotan (55). Sudah puluhan tahun, PT Perusahaan Sinar Bahagia tersebut menjadi pengepul barang bekas plastik sekaligus tempat mengelolah limbah plastik.

Ketua RT 03 Sukni (60), mengungkapkan saat kejadian pabrik sedang melakukan aktifitasnya seperti biasa. Diduga api berasal dari sampah yang dibakar di area gudang. “Gudang itu juga dijadikan pengepul plastik bekas. Area untuk barang-barang bekas dan plastik lumayan luas,” ujarnya.

Api terus membesar dan ikut melalap mesin pemecah plastik. “Suara ledakan itulah yang diduga keluar dari mesin pencacah plastik itu, ditambah angin yang kencang juga melalap rumah yang dihuni oleh sejumlah pekerjanya,” beber Sukni lagi.

Dirinya juga membenarkan api sempat melalap bagian belakang tiga rumah persis yang bersebelahan dengan gudang tersebut. Di antaranya rumah tersebut diketahui milik mantan Kapolres OKU Timur dan Kapolres Lubuklinggau.

Petugas sempat mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam perumahan melalui gerbang utama karena asap pekat menutupi.

Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda, yang ditemui di lokasi kejadian mengaku gudang yang terbakar diduga adalah gudang pengelolahan limbah plastik. Hingga saat ini pihaknya masih menunggu keterangan sejumlah saksi termasuk memintai keterangan langsung dari pemilik gudang.

“Kita mengetahui kejadian setelah diberitahu langsung Ketua RT. Kita akan menurunkan tim identifikasi untuk melakukan olah TKP setelah api memang benar-benar padam,” katanya.

Dia menambahkan, untuk sementara dugaan api berasal dari sampah yang dibakar. “Dugaan sementara ya itu tapi kita masih menunggu dulu, apakah ada plastik yang dibakar atau api yang menyambar atau hubungan arus pendek masih kita selidiki. Selain itu juga ada rumah dan mesin termasuk alat yang ikut terbakar,” tukasnya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya