oleh

Besaran Bantuan Bersifat Rasional

-Sumsel-354 views

PRABUMULIH – Dari data 74 rumah mendapat bantuan perbaikan rumah di wilayah Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat. Sebanyak 12 warga pemilik rumah, kamis (24/10) menghadiri rapat kordinasi (Rakor) di RM Lombok Ijo membahas besaran pemberian bantuan.

Setelah dilakukan survei lapangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan warga sendiri, belum lama ini.

Asmant Public And Govermen, Setyo Puji Hartono menerangkan, perusahaan ditugasi negara mencari migas. Guna memenuhi kebutuhan, bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat.

“Kalau operasinal kita terganggu, jelas produksi kita terganggu. Makanya, harapannya kita meminta dukungan masyarakat dalam proses produksinya,” terangnya.

Lanjutnya, perusahaan tetap mengakomodir keinginan masyarakat. Ungkapnya, asal sesuai ketentuan dan aturan. “Perusahaan punya tanggung jawab terhadap masyarakat di sekitar lapangan produksi, sudah menjadi komitmen kita untuk memenuhinya,” jelasnya.

Termasuk, akunya tuntutan perbaikan rumah di Kelurahan Payuputat ini. Tetapi, menurutnya harus melalui proses terlebih dahulu dan sesuai ketentuan.

“Asalkan rasional, dan tidak menyalahi aturan. Jelas kita diakomodir, makanya kita turunkan Dinas PUPR mengerti melakukan pendataan kerusakan bersama warga,” terangnya.

Asisten I, Drs Aris Priadi SH MSi mengimbau, agar mendukung proses produksi PEP Asset 2 untuk memenuhi kewajibannya kepada negara.

“Soal tuntutan warga Payuputat, terkait keretakan rumah imbas operasional. Asalkan, rasional dan berdasar sesuai arahan Pak Wako. Kita sarankan warga untuk menerimanya,” jelasnya.

Selaku Pemkot, akunya jelas tuntutan serius masyarakat menjadi perhatiannya untuk dicarikan solusi tepat. “Sehingga, masyarakat dan perusahaan semuanya sepakat. Yah sudah clear, tidak akan terjadi keluhan,” tukasnya.

Asmant Legal And Relation (LR) PT Pertamina EP (PEP) Field Adera, Abdul Aziz mengatakan, adanya tuntutan warga meminta kompensasi akibat keretakan rumah disebabkan operasional perusahaan.

Akunya, operasional perusahaan sudah terhenti sejak 7 Oktober lalu, dalam rangka meningkatkan produksi minyak dan gas (Migas) di Field Adera.

“Telah dilakukan beberapa kali pertemuan dengan warga, akhirnya kita sepakat memberikan bantuan perbaikan rumah. Pendataan telah dilakukan warga bersama Dinas PUPR, hasil terdata 74 warga,” terangnya kepada awak media, kemarin.

Nah, pertemuan terakhir ini, kata dia, pihaknya hendak memenuhi tuntutan warga terkait pemberian bantuan perbaikan rumah tersebut sesuai arahan Wako.

“Hanya 12 warga hadir dalam pertemuan kali ini, didasari pengecekan di lapangan pendataan bersama warga dan Dinas PUPR. Baru, kita berikan pemberian bantuan. Besarannya, setiap warga tidak sama satu sama lain bergantung dengan tingkat keretakan rumah,” terangnya.

Masih kata dia, jika nilai bantuan kecil. Pihaknya menawarkan, warga agar rumahnya diperbaiki saja. Nantinya, perbaikan dilakukan pihak ketiga ditunjuk perusahaan.

“Sekarang bergantung masyarakat, meminta bantuan perbaiki berupa uang. Atau, perbaikan keretakan tersebut kita lakukan melalui pihak ketiga ditunjuk,” terangnya.

Nah, bagi warga belum hadiri. Akunya, masih memberikan kesempatan kepada warga, tetap menerima bantuan perbaikan tersebut. “Kita berikan waktu satu minggu, mau uang atau perbaikan saja. Bisa menemui kita di Kantor Kecamatan Prabumulih Barat,” ujarnya.

Sudianto, salah satu warga mengatakan, kalau dirinya hanya ingin kerusakan diperbaiki sesuai aslinya. “Jika digantikan uang, yah harus sesuai. Dan, kalau tidak kita minta perbaiki langsung saja. Ketimbang kita harus mengeluarkan, biaya tambahan lagi,” ucapnya.

Diakuinya, pendataan sudah dilakukan Dinas PUPR bersamanya di rumahnya. “Kerusakan terjadi, sudah dilaporkan dna harapannya ditanggapi,” tukasnya. (Zik)

Komentar

Berita Lainnya