oleh

Besok, LRT Palembang Mulai Terintegrasi Damri dan Trans Musi

-Headline-838 views

PALEMBANG – Tiga operator transportasi massal di Palembang, PT KAI selaku operator Light Rail Transit (LRT) Palembang, PT SP2J selaku operator Bus Rapis Transit (BRT) Trans Musi dan PO Damri selaku operator bus luar kota, Jumat (22/2), menerapkan integrasi ketiga moda transportasi yang dikelolanya.

Nantinya, penumpang LRT hanya dikenakan tarif satu kali jika ingin berpindah moda transportasi. Baik ke Trans Musi maupun Damri. Begitu juga sebaliknya. Penumpang Trans Musi dan Damri membayar satu tarif jika ingin berpindah ke LRT. Diharapkan, pengintegrasian ini dapat meningkatkan penggunaan transportasi massal di Palembang.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus melalui Kabid Perkeretaapian, Wahidin mengatakan proses integrasi tersebut sudah sejak lama dibahas baik di tingkatan operator maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga akhirnya, tercapai kesepakatan antar operator melalui perjanjian kerjasama yang ditandatangani, 18 Februari lalu.

“Sehingga, mulai besok (hari ini) kami akan melaunching integrasi moda ini di Stasiun DJKA,” ujar Wahidin saat dikonfirmasi, kemarin (21/2) usai Rapat Penerapan Tiket Integrasi LRT, Transmusi dan Damri di Kantor Dishub Sumsel.

Wahidin menerangkan penumpang nantinya akan diberikan tiket terusan jika ingin melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain. Tarif yang ditetapkan juga lebih murah jika dibandingkan sebelumnya.

Sebagai perbandingan, masyarakat yang hendak menuju ke Indralaya sebelum integrasi akan mengeluarkan biaya sebesar Rp 13 ribu. Dengan rincian tarif LRT Sumsel sebesar Rp 5 ribu ditambah bus Damri sebesar Rp 8 ribu. Nah, saat uji coba satu tarif nantinya, masyarakat hanya akan membayar tarif sebesar Rp 10 ribu saja.

Begitupun untuk Trans Musi. Jika sebelumnya penumpang membayar ongkor sebesar Rp 10 ribu dengan rincian masing-masing Rp5 ribu untuk LRT dan Trans Musi, setelah terintegrasi biayanya lebih murah. Yakni sebesar Rp7 ribu.

“Pembagiannya, LRT hanya mendapat share Rp2 ribu untuk setiap tiket terusan,” katanya.

Penerapan tarif tersebut, diharapkan Wahidin bisa mendongkrak penumpang LRT Sumsel. Nantinya juga, tiket terusan akan dikembangkan secara bertahap. “Sekarang baru LRT Palembang yang menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE).

Jika Trans Musi dan Damri juga menerapkan pembayaran lewat KUE, maka seluruhnya bisa diitegrasikan secara elektronik. Tapi itu bertahap,” ucapnya.

Wahidin menjelaskan proses integrasi tersebut bakal dievaluasi setiap bulannya.”Nanti dievaluasi terus. Terdongkrak tidak dengan skema ini. Kalau belum akan dicari cara lainnya,” ucapnya.

Dijelaskannya, Damri telah menyiapkan sebanyak 10 rute dengan jumlah armada sebanyak 45 unit untuk integrasi tersebut. Hanya saja, rute yang baru terintegrasi baru jurusan Stasiun DJKA – Inderalaya.

Tujuannya untuk mengakomodir mahasiswa Unsri yang akan berangkat maupun pulang dari kampus Inderalaya. “Integrasi moda ini hanya diterapkan di Stasiun DJKA hingga Asrama Haji saja. Kalau ke Stasiun Bandara, tarifnya normal,” pungkasnya. (kos)

 

Komentar

Berita Lainnya