oleh

Besok, Operasi SAR Bus Masuk Jurang Ditutup

Kekuatan Personel Mulai Dikurangi

PAGARALAM – Operasi pencarian korban kecelakaan bus Sriwijaya di Sungai Lematang, Kelurahan Pelang Kenindai, Kecamatan Dempo Tengah bakal ditutup. Koordinator Pos SAR Pagaralam, Alparis ZM SSos mengatakan, sesuai prosedur, operasi SAR berlangsung selama tujuh hari.

Ini artinya lanjut dia, operasi SAR korban bus Sriwijaya akan ditutup pada 30 Desember. “Kalau memang tidak ada tanda-tanda dan laporan baru,” ujar Alparis ketika dihubungi kemarin.

Operasi SAR pencarian korban bus Sriwijaya memang telah dibuka sejak 24 Desember dinihari lalu. Total korban yang berhasil ditemukan adalah 48 orang. Rinciannya, 35 orang meninggal dunia, dan 13 orang lagi selamat.

Lebih lanjut Alparis mengatakan, penutupan operasi pencarian tersebut akan diiringi dengan penarikan personel tambahan dari Bengkulu dan Palembang. Meski tambah dia, bila memang ada tanda-tanda baru dan laporan, operasi SAR dimungkinkan untuk dibuka lagi. “Tiga hari untuk tambahan,” ujarnya.

Hingga kemarin operasi SAR masih belum ditutup. Operasi masih dibuka dengan cara pemantauan di lokasi bangkai bus. Tim SAR gabungan mendatangi lokasi seraya melakukan pengamatan dan wawancara dengan para penggali pasir disana. Ini dilakukan untuk mencari adanya kemungkinan korban yang belum ditemukan. “Hari ini (kemarin) hasilnya nihil,” ujar Alparis tentang hasil pemantauan.

Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang mengalami kecelakaan tunggal liku Lematang Indah pada Senin malam (23/12), sekira 23.30 WIB. Bus berwarna biru tua ini terjun ke jurang yang memiliki kedalaman sekira 75 meter. Sebelumnya bus menabrak dinding pembatas jalan. (ald)

Komentar

Berita Lainnya