oleh

Biadab, Pria Penyuka Senpira Ini Nyaris Memerkosa Ibu Kandungnya

PALI – Setan apa yang merasuki pikiran Suharianto alias Ranto (34). Pria ini menembak ibunya sendiri dengan senjata rakitan.

Bahkan sebelumnya, warga Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) itu sempat akan memperkosa ibunya.

Atas kejadian ini, sang ibu Sm (59) melaporkan anaknya itu ke Mapolsek Talang Ubi.

Kasusnya dirilis Kapolres PALI, AKBP Yudhi Suhariyadi SIK, melalui Waka Polres PALI Kompol Rizvy SH pada Sabtu (8/8/2020).

Pelaku berhasil diamankan di Mapolsek Talang Ubi. Barang bukti satu pucuk Senpira laras pendek jenis pistol juga disita, berikut dua butir amunisi AD 76 dan satu butir amunisi PIN 3,8.

“Tersangka sudah kita amankan,” kata Kapolres.

Tampak hadir mendampingi saat rilis, Kapolsek Talang Ubi, Kompol Yuliansyah SH dan Kasat Reskrim AKP Rahmad Kusnedi SKom.

Berawal, saat terjadi cekcok mulut antara sang ibu dan pelaku.

Tiba-tiba pelaku mengambil Senpira dari dalam tasnya, dan menembakan kearah sang ibu. Beruntung tembakan itu meleset.

Korban yang ketakutan, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Talang Ubi.

Mendapatkan info itu, Tim Elang Unit Reskrim Polsek Talang Ubi langsung bergerak menangkap pelaku di rumahnya. Namun, saat hendak ditangkap.

Pelaku kembali mengeluarkan senpira miliknya dari dalam tas untuk memberikan perlawanan.

Langsung saja petugas mengambil langkah cepat, dengan mengambil langkah tegas dengan melumpuhkan pelaku melalui sebutir timah panas bersarang di betis kirinya.

Menurut keterangan korban SM, anaknya tersebut sebelum terjadi penembakan tersebut beberapa hari sebelumnya sempat mencoba melakukan pemerkosaan, dengan masuk ke dalam kamar dan hendak menyetubuhi dirinya namun hal itu gagal karena korban memberikan perlawanan.

“Saya tidak tahu pak apa yang ada di pikiran anak saya. Sebelum penembakan dia sempat masuk ke dalam kamar saya dan naik ke tubuh saya yang sedang tidur diatas ranjang, tapi saya melawan pak. Apakah anak saya ilusi karena narkoba atau apa saya kurang tahu pak,” ujarnya.

Sementara, pelaku Ranto mengelak bahwa dirinya hendak memperkosa ibunya.

“Tidak mungkin pak saya mau berbuat seperti itu. Kalau menembak memang ada pak, karena saya kesal tidak diberi uang,” akunya.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman penjara diatas 10 tahun penjara. Pelaku terpaksa kita lumpuhkan, karena mencoba memberikan perlawanan hendak menembak anggota kita,” tegas Kapolres. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya