oleh

Biaya Pengobatan Hasan dan Balitanya Dijamin Jasa Raharja

-Headline-293 views

Viral di media sosial. Kecelakaan satu keluarga mengendarai sepeda motor bertabrakan dengan truk bermuatan pasir di Sematang Borang, Sabtu sore, (15/4) lalu. 

Titin semasa hidup bersama Anisa dan ibunda Titin Maryani. Foto: Julheri/SUMEKS.CO

Melihat kondisi di TKP dan video yang beredar di medsos, banyak yang menyangka Hasan dan keluarga meninggal.

Apalagi lakalantas ini terjadi dengan sangat keras, ‘adu kambing’ antara sepeda motor yang dikemudikan Hasan dengan dengan truk yang bermuatan penuh material bangunan.

Namun ternyata Hasan selamat, begitu juga kedua balitanya. Sedangkan istrinya Titin tak tertolong.

Dalam kasus laka ini, PT Jasa Raharja cabang Sumsel sudah memberikan santunan, berupa pembiayaan perobatan bagi Hasan dan satu anak balitanya,  yaitu Azam (1,2 tahun), yang masih dirawat di RSMH Palembang.

“Sudah santunan kita berikan berupa pembiayaan perobatan. Soal santunan yang lain akan langsung kita berikan pada Hasan. Tapi beliau masih dirawat, kita tunggu saja sampai dia (Hasan) pulih,” kata Rafie Nasser,  SH MH Kasubag Hukum dan Humas PT Jas Raharja cabang Sumsel di Jl Kapten A Rivai Palembang kepada SUMEKS.CO.

Diketahui video kecelakan satu keluarga itu sempat mengundang banyak perhatian, karena ada dua balita yang terlihat tergeletak di jalan, kepalanya berdarah. Kedua orang tuanya juga parah, ayah dan ibu kedua balita juga bersimbah darah.

Netizen mengira satu keluarga itu tak tertolong karena kondisi tabrakan dengan truk dalam kecepatan tinggi itu terjadi sangat fatal.

Namun saat SUMEKS.CO menelusuri video itu dan datang ke TKP dan rumah korban,  ternyata hanya si ibu, bernama Titin (29) yang meninggal.

Ketika dijumpai di rumahnya, ibu almarhum Titin, Maryani terlihat sangat berduka.

Namun ia tetap bersyukur karena kedua cucu dan menantunya, Hasan selamat. Karena anaknya Titin meninggal, Maryani berniat mengasuh kedua cucunya itu.

“Yo dak katik lagi ibunyo kasihan, ” cetus Maryani sambil menahan tangis.

Menurut nenek Maryani, menantunya Hasan dan anaknya Titin ada rencana ke rumahnya sore itu, namun saat melintas di Jl Sematang Borang, musibah menimpa keluarga ini.

Motor yang dikendarai Hasan bertabrakan keras ‘adu kambing’ dengan truk bermuatan pasir yang melaju kencang.

Hasan, Titin dan kedua balitanya terpental. Insiden ini sempat terekam lewat kamera handphone warga dan tersebar luas di media sosial  dan viral.

Banyak yang menyayangkan beredarnya video ini. Tapi berkat video inilah warga banyak juga yang bersimpati. Ingin membantu, tapi sayang tak tahu dimana alamat korban.

Hasan selamat dan saat ini dirawat di RSMH Mohammad Hoesin Palembang, kedua balitanya juga selamat Anisa (2,3 tahun) dan Azam (1,2 tahun).  

Tapi Azam tak terlihat di rumah nenek Maryani karena masih dirawat, juga di RSMH.

Ayuk Azam, yakni Anisa boleh pulang dan saat ini berada di rumah kakeknya, Zamzam di Tanjung Api-api.

Namun sedihnya, Zamzam saat ini juga tengah terbaring sakit. Kakinya patah akibat terserempet mobil saat berboncengan dengan menantunya di hari lebaran kedua.

Kondisinya juga parah. Kaki kirinya harus di perban.  Tak bisa jalan. Hanya terbaring di tempat tidur. Itu pun posisinya di ruang tamu.

Atas kondisi Zamzam yang masih sakit, Maryani berniat mengambil Anisa untuk dirawat. Zamzam pun setuju. Siang tadi Anisa langsung dibawa Maryani ke rumahnya di Kenten Laut.

Anisa terlihat masih sedih. Menangis. Terus memanggil ibunya. Kesedihan Anisa ini juga dirasakan semua keluarga yang berkumpul.

Ayah Hasan, Zamzam hanya berpesan agar santunan Jasa Raharja segera diurus. Karena Hasan masih sakit dan butuh biaya banyak, juga anaknya.

“Kito berharap Hasan dan anak-anaknya cepat dapat santunan, ” cetus Zamzam yang hanya meringis saat seorang kerabat membuka balutan di kakinya untuk mengganti perban.

SUMEKS.CO pun pamit, Anisa langsung dibawa ke rumah nenek Maryani di Kenten Laut. Perjalanan dari Tanjung Api-api menggunakan sepeda motor.

Konvoi bersama teman-teman Hasan yang ikut melayat dan prihatin atas kondisi sahabatnya itu.

Menurut Maulana, Hasan saat kerja di air minum isi ulang Arya Kenten sudah menunjukkan tanda-tanda firasat.

“Terlihat banyak melamun, dan kalau ditanya jawabannya selalu singkat, ” ujar Maulana. (jul)

 

 

Komentar

Berita Lainnya