oleh

Biaya Pilkadas Naik 4 Kali Lipat, Balon Minta Kaji Ulang

KAYUAGUNG- Para Bakal Calon Kades (Balon) di Kecamatan Jejawi mengeluhkan besarnya biaya pilkades yang naik hingga 200 persen.Bahkan mereka menilai kenaikan ini tidak masuk akal dan adanya bisikan oknum yang memanfaatkan momen tersebut.

Bakal Calon Kades Sukadarmo Kecamatan Jejawi, Adi Iskandar mengaku, apa maksud dan tujuan mengeluarkan biaya sebesar itu, karena pada pilkades 2015 biaya pilkades Rp50 juta dibagi 5 calo, sementara ini sebesar Rp193 juta dengan nalon 4 orang.

“Belum. ada penjelasan terkait membengkaknya biaya pilkades yang ditetapkan Panitia beserta BPD desa,” keluhnya, Selasa (13/4).

Ditambahkannya, kalau pemerintah memang memikirkan calon yang bagus uang dari ADD, ada dianggarkan untuk pilkades bisa digunakan separuh dan memang ada anggaran dari Bupati sebesar Rp7,5 juta tapi sudah berbentuk barang APD.

Ia meminta untuk anggaran pilkades dikaji ulang, dan anggaran yang ditetapkan nantinya sewajarnya saja jangan semaunya. Karena kalau balon sudah dibebankan dengan biaya sebesar itu bagaimana bisa memiliki pemimpin yang baik berkualitas untuk membangun desa kalau mulai pilkades saja biaya yang dikeluarkan membengkak.

Masih kata dia, sangat menyayangkan Pemda OKI tidak bisa melakukan membiayai pelaksanaan pilkades seperti di OKU atau Pilkades secara elektronik yang lebih mudah cepat dan akurat dengan biaya kecil. Ia meminta dikaji ulang dan minta perubahan untuk penentuan biaya pilkades kalau tidak ia bersama balon kades lainnya akan berdemo ke kecamatan hingga kantor bupati.

“Jika kenaikannya dari Rp50 juta jadi Rp60-Rp70 juta masih wajar tapi kalau sudah 4 kali lipat ini banyak pertanyaan ada apa dan untuk apa,” tegasnya.

Komentar

Berita Lainnya