oleh

Bikin Geger! Sudah Dimakamkan, Mantan PDP di Prabumulih Ternyata Positif 

SUMEKS.CO- PRABUMULIH – Warga Prabumulih digegerkan adanya seorang perempuan berusia 78 tahun yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia.

Atas permintaan keluarga dan dikarenakan belum keluar hasil Swab, pasien tersebut dimakamkan tanpa protokol penanganan pasien Covid-19, di pemakaman Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu (13/5).

Parahnya setelah jenazah PDP itu dimakamkan, tim medis Dinas Kesehatan Kota Prabumulih maupun tim gugus tugas baru menerima hasil swab test pasien positif covid-19. Hasil itu baru keluar setelah pasien dimakamkan oleh pihak keluarga dan warga tanpa protokol penanganan Covid 19.

Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya didampingi Wawako, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD dan Kadinkes dalam press realise usai rapat PSBB di lantai 1 gedung Pemkot Prabumulih, Kamis  (14/5) tak menapik hal itu.

“Pasien Tugu Kecil memang dinyatakan positif (Covid-19, red) hasil swab, namun hasil itu diketahui setelah pasien meninggal dunia,” sebutnya.

Dijelaskan Walikota dua periode itu, pasien PDP itu sebelumnya dirawat di RS Fadilah lalu dilakukan rapid test dan hasilnya positif. Kemudian pasien dibawa ke RSUD Prabumulih dan langsung diajukan Swab test.

“Setelah di rumah sakit umum keluarganya memaksa untuk pulang, kita sudah berusaha sekuat tenaga, ya akhirnya dia pulang dan setelah pulang atau 9 hari dinyatakan positif rapid tes pasien meninggal,” katanya.

Pasien sudah meninggal kata Ridho, hasil swab justru baru keluar setelah dimakamkan dan hasilnya positif. “Pihak kelaurga juga memaksa untuk dilakukan pemakaman sendiri tanpa protokol penanganan Covid 19,” jelasnya seraya mengaku hal itulah yang disampaikan sebelumnya kalau mengandalkan swab lama dan sudah kemana-mana pasien menyebar. “Untung ada rapid test,” tuturnya.

Lebih lanjut Ridho mengaku, langkah dilakukan pihaknya langsung tracking dan rapid test bagi warga maupun kelaurga yang kontak langsung melibatkan petugas keamanan untuk melindungi petugas medis. “Saya yakin ini bukan klaster baru tapi klaster lama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo menambahkan, pasien PDP tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil keluar dan diterima diterima oleh Dinkes pada Rabu (13/5) malam.

“Sebelumnya tim medis di Puskesmas Delinom telah mengarahkan proses pemakaman dilakukan secara protokol kesehatan covid-19 apalagi almarhum merupakan PDP namun pihak keluarga meminta agar dimakamkan biasa atau layaknya jenazah pada umumnya,” sebutnya.

Pria bertubuh tinggi itu mengatakan, dengan telah diketahuinya hasil swab tersebut maka pihaknya langsung mengerahkan tim medis untuk melakukan tracking terhadap keluarga dan orang-orang yang telah kontak langsung dengan almarhum.

“Kita sudah siapkan tim analis kita dari 19 keluarga yang terdata baru sekitar 4 orang yang mau dilakukan rapid test, kami akan terus datangi warga itu untuk melakukan upaya rapid test,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta kepolisian dan TNI supaya turut mengawal petugas medis dalam pelaksanaan rapid test warga yang kontak langsung untuk menghindari hal tak diinginkan. (chy)

Komentar

Berita Lainnya