oleh

Bikin Laporan Palsu, Amin-Dina Diamankan

LUBUKLINGGAU – Dua pelaku tindak pidana laporan palsu atau keterangan palsu, salah satunya perempuan yakni Dina alias TO (29) yang berkomplot dengan Amin alias Amin Steven (41) diringkus Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara.

Awalnya diringkus Dina di rumahnya di Jl Perintis, Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Ditangkap berdasar LPA/04/II/2019/Sumsel/Res Linggau/Sek Utara, Jumat tertanggal 8 Februari 2019 atas laporan Brigpol Toni Hendrikson Sianturi, anggota unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara.

Hasil pengembangan diringkus tersangka Amin alias Amin Steven (41). Tersangka, pekerjaan karyawan CV Utama Motor Cabang Lubuklinggau, warga Jl Bukit Sulap, Kelurahan Wirakarya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II itu diringkus di daerah Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, Senin (11/2) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Jumat 1 Februari Dina melaporkan bahwa dia telah mengalami tindak pidana pencurian dengan disertai kekerasan (Begal),” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Harison Manik.

Pelaku Dina melaporkan kejadian begal yang dialaminya Jumat, 1 Februari 2019 sekitar pukul 16.00 WIB di SPK Polsek Lubuklinggau Utara di Jl Lintas Sumatera, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Kejadian begal yang dialaminya pada Senin, 28 Januari 2019 sekitar pukul 17.00 WIB di Jl Malus, Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara.

“Pelaku saat itu melaporkan bahwa ketika pulang dari Malus bersama-sama dengan temannya yang bernama Kasri alias Ayuk Ayi dihadang oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal dengan mengendarai Sepeda Motor Yamaha Vixion tanpa nopol,” jelasnya.

Kemudian langsung mengambil paksa sepeda motor Honda Beat BG 2698 HAB warna Hitam berikut STNK asli disimpan di dalam jok sepeda motor. Dompet berisikan uang tunai sebesar Rp1.300.000, dan satu unit HP. Dan saat itu pelaku melaporkan mengalami kerugian sebesar Rp17 juta.

“Dari laporan itu anggota merasa ada kejanggalan,” ungkapnya.

Itu berawal dari proses penyelidikan yang dipimpin Aiptu Hermawan Susanto bersama-sama tiga personil Reskrim lainnya saat melakukan interogasi terhadap saksi yang dicantumkan oleh pelaku didalam laporan polisi atas nama Kasri alias Ayuk Ayi.

“Hasil interogasi bahwa sama sekali Kasri tidak pernah menemani pelaku Dina pergi ke Malus dan tidak pernah mengalami penodongan (begal),” ujarnya. (wek)

Komentar

Berita Lainnya