oleh

Bina Mitra dari Korban PHK, Ingin Buat Franchise Ikan Cupang

Keberhasilan Isa Anshori membudidayakan ikan cupang bukan tanpa kendala. Ada pasang surut bisnis yang digelutinya. Dari sana dia belajar banyak bagaimana strategi pemasaran Betta Koi miliknya agar diterima oleh pangsa pasar dalam dan luar negeri.
———————

Awal Pandemi Covid-19 pada bulan Maret 2020 atau sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi titik nadir bagi Isa Anshori. Bisnis ikan cupangnya anjlok. Pemerintah melarang pengiriman barang ke Jakarta dan luar negeri. Praktis tidak ada transaksi online hampir selama 2 bulan.

“Saya sedikit down dengan kondisi pandemi Covid-19. Tidak ada pemasukan dari bisnis ikan Cupang. Itulah sumber utama untuk keluarga karena saya sudah resign dari pekerjaan pada tahun 2019. Alhamdulillah pemberlakuan PSBB tidak berlangsung lama. Pemerintah melonggarkan aturan PSBB dan membolehkan pengiriman barang demi menggairahkan ekonomi masyarakat,” kenang Isa Anshori.

Setelah  Idul Fitri atau akhir Mei 2020, bisnis Cupang miliknya meningkat tajam bahkan omsetnya tumbuh tiga kali lipat. “Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Saya tetap bersabar dan bersyukur selama pemberlakuan PSBB. Hasilnya tidak pernah saya sangka sebelumnya. Lewat promosi di Facebook dan Instagram, transaksi online ikan cupang meningkat tajam. Sebelum pandemi Covid biasanya omset Rp10-20 Juta per-Bulan tapi selama pandemi bisa tembus Rp60 Juta perbulan. Sekali lagi alhamdulilah,” lanjutnya.

Keputusan untuk berhenti bekerja pada tahun 2019 sudah dikonsultasikan dengan Isteri tercinta, Islamiah. Sang isteri mendukung keputusan untuk berhenti bekerja di PT Surya Eka Perkasa tbk. Perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian atau pembuatan Liquified Petroleum Gas (LPG) sering menjadi mitra Pertagas. “Waktu itu jabatan saya sebagai Welding Inspector. Saya sudah niatkan untuk total menekuni bisnis ikan cupang. Dan alhamdullilah berjalan dengan baik,” tambahnya.

Untuk menghasilan ikan cupang yang baik, dirinya menjalin mitra untuk mengembangbiakkan anakan cupang. Para mitra kebanyakan dari korban PHK. Mereka diajari cara budidaya ikan cupang. Para mitra diberikan indukan untuk dibudidayakan. Cara itu ditempuh untuk menjaga kualitas ikan cupang miliknya. Penghasilan para mitra yang dibina ini bisa mendapatkan omset Rp10-15 Juta perbulan “Saya tidak punya waktu lagi untuk membudidayakan sendiri. Untuk promosi dan memasarkan ikan cupang saja sudah menguras tenaga dan pikiran,” terangnya.

Pria yang menguasai dua bahasa asing Arab dan Inggris masih ada satu resolusi yang ingin dicapainya yakni membuat franchise ikan cupang. Dia ingin bisnis ikan cupang menjadi waralaba seperti makanan cepat saji. “Itu memang menjadi resolusi saya suatu saat nanti. Doakan agar bisa terlaksana,” pintanya.

Selain budidaya, Isa juga sering berbagi ilmu dengan para penggemar Cupang di Sumsel bahkan ada dari Jakarta, Banten dan Bandung. Tak sungkan dirinya memberikan konsultasi baik secara daring maupun secara tatap muka langsung. “Untuk ilmu harus dibagikan itu merupakan bagian dari ladang amal akan terus mengalir sampai kita meninggal. Jika mereka sukses itu sudah menjadi rizki masing-masing,” ingatnya.

Budidaya ikan cupang Tegal Series milik Isa terkadang menjadi pilot project bagi pondok pesantren alumni Gontor baik di Sumsel maupun luar Sumsel. “Ada alumni dari Jakarta dan Bandung belajar budidaya ikan cupang datang ke rumah saya. Setelah mendapatkan ilmu, para alumni itu akan mengajarkan budidaya kepada santrinya sebagai salah bekal wira usaha mandiri setelah tamat dari pesantren,” lanjutnya.

Tidak hanya kepada rekan sesama alumni, Isa juga sering berbagi pengalaman dengan kalangan penggemar ikan Betta (Cupang) di Palembang. Bahkan bagi orang yang ingin ikut kontes ikan cupang, banyak penggemar cupang menyarankan untuk membeli ikan cupang miliknya. “Rata-rata orang yang yang ikut kontes ikan cupang biasanya konsultasi sekaligus membeli ikan cupang milik saya. Tinggal dilatih mentalnya selama dua minggu agar bisa terlihat lebih garang saat ikut kontes,” terangnya. (Zulhanan/habis)

Komentar

Berita Lainnya