oleh

Bisnis Minyak Ilegal Berujung Penganiayaan, Kasusnya Disidangkan PN Palembang

PALEMBANG – Sidang lanjutan dugaan penganiayaan yang telah dilakukan terdakwa Alkosasi (39), warga Kelurahan 3 Ilir Kecamatan Ilir Timur II kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Agendanya, mendengarkan keterangan empat orang saksi, diantaranya, Suryadi (saksi korban), Zaitun (49) pemilik rumah pertemuan antara korban dan juga terdakwa serta Roy (36).  Sidang diketuai Edi Saputra SH digelar tanpa kehadiran terdakwa di ruang sidang.

Terdakwa Alkosasi oleh jaksa penuntut umum (JPU) dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan.

Diketahui di persidangan, kasus ini berawal dari kerjasama bisnis minyak diantara korabn dan terdakwa. Namun ditengah perjalanan, bisnis mengalami kendala. Mobil truk yang dimodifikasi mengangkut minyak ditangkap polisi.

 

Selanjutnya, akibat kondisi korban berusaha menarik kembali modal investasi yang telah disetorkan sebagai modal bersama dari terdakwa sebesar Rp586 juta. Namun tidak ada titik temu, sehingga korban Suryadi menagih ke terdakwa dan modal yang ditanam korban itu dianggap sebagai utang piutang.

Pada saat itu, korban menganggap tidak mengetahui kalau bisnis yang dijalaninya itu illegal, namun hal ini disangkal terdakwa.

“Saya dan korban ini rekan bisnis untuk penampungan BBM dari sungai Angit. Saya yang diajak korban untuk bisnis ini. Adapun modal itu sendiri sebagai investasi dan juga modal awal. Korban sendiri juga tahu kalau bisnis ini tidak tepat karena melanggar hukum,” jelas kuasa hukum terdakwa Alkosasi, Raju Diagunsyah SH usai sidang kepada SUMEKS.OO, Selasa (7/7/2020).

Masih katanya, untuk membuktikan hal ini, mobil truk barang milik korban ini juga dimodifikasi oleh korban, serta dipasangi tangki untuk menampung BBM tersebut. Setelah dirasa kondisi cukup aman, lanjut Diagunsyah, truk tadi akan langsung dibawa ke tempat penampungan.

“Jadi mustahil bila korban tidak tahu menahu, apalagi mobil yang digunakan itu milik korban,” tegasnya.

Masih menurut kuasa hukum terdakwa, setiap bisnis pasti ada untung dan rugi. “Jangan cuma tahu untung tapi tidak tahu dengan rugi,” cetusnya.

Korban pernah nikmati keuntungan dari bisnis ini, namun saat mengalami kerugian malah mau lepas tangan.

“Korban melemparkan semua tanggungjawab ke klien saya. Apalagi mau menarik uang yang merupakan modal investasi. Kalau mau jujur, ini murni bisnis tidak ada yang lain,” ungkapnya lagi.

Terkait pemukulan terhadap korban, Diagunsyah membantah kliennya melakukan itu.

Sulit diterima akal sehat, karena saat itu korban tidak sendiri melainkan bersama anak dan keponakan berusia 6 tahun,” ungkapnya.

“Kalaupun dikatakan memukul tidak mungkin. Apalagi jarak klien saya berdiri cukup jauh. Posisi duduknya terhalang saksi lain. Selain itu, sangatlah tidak mungkin kalau klien saya memukul didepan anak dan keponakan,” urainya.

Sebelumnya, dalam keterangannya di depan persidangan itu, saksi korban, Suryadi menjelaskan, peristiwa terjadi Jumat (11/10/2019) di Jl Robert Wolter Mongisidi ataupun kediaman Zaitun.

Waktu itu, dirinya berniat menagih uang sebesar Rp 210 juta ke Ali Wardana terkait jual beli tangki minyak. Yang mana perjanjian awal, Ali Wardana menyanggupi untuk beli seharga Rp180 juta. Sedangkan sisanya ada Rp 30 juta.

Akan tetapi, saat itu ketika ditanya ke Ali Wardana terkait uang tersebut dan dijawabnya tidak memakainya. “Di rumah Zaitun itulah terungkap bila Ali Wardana tidak mengambilnya. Tapi diambil oleh terdakwa tersebut. Saat itu, terjadi ribut mulut antara saya dan terdakwa.

Selanjutnya secara tiba-tiba, terdakwa ini memukul saya dibagian rahang sebelah kiri sebanyak satu kali. Saat memukul tadi, terdakwa sambil melompati meja yang ada di depannya tersebut.

“Saat kejadian ada Andrean yang melihat terdakwa ini memukul saya. Selain itu, ada upaya ancaman dari terdakwa yang akan menyuruh orang untuk menganiaya saya ketika sudah keluar nanti,” tegasnya.

Setelah mendengarkan keterangan dari para saksi tersebut, majelis hakim diketuai oleh Edi Saputra SH ditunda selama sepekan untuk mendengarkan saksi-saksi lain.

Untuk itu, keterangan dari para saksi tadi akan didengarkan sepenuhnya untuk mencari fakta yang sebenarnya untuk kasus ini. “Sidang saya tunda selama sepekan dan akan dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya,” tandasnya. (afi)

Komentar

Berita Lainnya