oleh

Blasting Mengancam, Pemdes Ulak Pandan Tinjau Bukit Serelo

Lahat – Jajaran Pemerintah Desa Ulak Pandan diantaranya Kepala Desa dan seluruh perangkat, ketua BPD dan Anggota, Ketua LPM dan Anggota,  Karang Taruna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, beserta unsur masyarakat meninjau lokasi bukit serelo, Ahad (9)8/9).

Apalagi muncul isu blasting di kawasan yang selama ini menjadi iconnya Kabupaten Lahat tersebut. Susiawan Rama, Kepala Desa Ulak Pandan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi yang sering dilakukan. 

Selain melihat secara langsung kondisi lingkungan serta keberadaan kawasan bukit Serelo.

“Kami memastikan bahwa kawasan ini terus dilestarikan dan tidak terjadi kerusakan lingkungan, apalagi dilokasi ini ada beberapa lokasi yang kami sakralkan yaitu lokasi yang mengandung cerita sejarah leluhur kami,” ujar Kades, Senin (9/9).

Dalam tinjauannya, rombongan selain melihat  kawasan Bukit Sereloro, juga menyempatkan diri meninjau kawasan Himbe Kemilau (tanah adat-res) yang diduga telah dirusak oleh salah satu perusahaan.

Dari hasil tinjauan terlihat jelas hutan sudah rusak dan sudah gundul.

Ketua BPD Ulak Pandan, Mici melalui anggota BPD Evan Agustriadi dan Adi menyampaikan bahwa giat ini adalah wujud tanggung jawab semua pihak.

Agar wilayah kawasan bukit Serelo ini tetap terjaga,  tidak terjadi perusakan apalagi di sekitar wilayah ini adalah kawasan hutan lindung milik negara yang sudah sewajarnya agar dilestarikan, dan diperhatikan.

Begitu pun disampaikan Sirojudin, warga setempat dan pengurus Masyarakat Peduli Api (MPA) bahwa selain wilayah ini adalah kawasan hutan lindung bagi flora dan fauna.

Bukit Serelo adalah iconnya Kabupaten Lahat. “Kabar beredar di masyarakat akan adanya perusahaan pertambangan yang akan mengadakan blasting (peledakan) dalam mengeksploitasi batubara di sekitar kawasan Bukit Serelo,” ungkapnya. 

“Ini jelas dan tegas akan ditolak karena pastu merugikan. Baik untuk kawasan lingkungan, suara ledakan akan menganggu fauna di sekitar dan dampak lingkungannya, perkebunan warga dan flora di area Icon Kabupaten Lahat itu sendiri,” jelasnya. 

Belum lagi getarannya bisa menyebabkan terjadi longsornya bebatuan di kawasan bukit Serelo.

Warga desa masih menjaga kearifan lokal dan sejarah budaya desa. Sehingga blasting itu akan mengganggu dan jelas akan sangat merugikan.

“Jangan sampai demi untuk memaksakan keuntungan perusahaan tetapi perusahaan mengabaikan lingkungan dan kearifan lokal kawasan ini,” tegasnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya