oleh

BNN Bawa Pulang Penyelundup Narkoba yang Kabur ke Malaysia

Dua tersangka penyelundup puluhan kilogram sabu digiring jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) dari Malaysia, Kamis (11/4/2019). Sebelumnya, kedua tersangka tersebut menyelundupkan narkotika jenis sabu tersebut ke Aceh melalui jalur laut.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari membenarkan operasi BNN tersebut. “Ya, BNN telah berhasil membawa pulang dari Malaysia 2 orang tersangka penyelundup sekitar 64 kilogram narkoba jenis sabu,” katanya saat dikonfirmasi INDOPOS, Kamis (11/4/2019).

Kronologisnya, sambung Arman, pada tanggal 13 September 2018 lalu, telah ditemukan 1 speed boat tidak bertuan. Dimana speed boat itu berisi -/+ 64 kg sabu di Pantai Sruway, Aceh Tamiang oleh TNI AL.

“Hasil penyelidikan oleh team BNN menunjukan bahwa narkoba jenis sabu tersebut diselundupkan dari Malaysia oleh dua orang yaitu Samsul Bahti dan Maman Nurmansyah yang berhasil melarikan diri ketika speed boat ditemukan. Berdasarkan penyelidikan itu juga BNN mendeteksi bahwa kedua orang itu melarikan diri ke Malaysia,” ungkapnya.

Atas kerja sama PDRM khususnya jenayah narkotika Malaysia team menemukan keberadaan keduanya di Pulau Pinang (Penang), Malaysia. Selanjutnya, dilakukan penangkapan oleh Polisi Malaysia atas permintaan BNN RI. Kemudian atas koordinasi antara BNN, PDRM, Imigrasi kedua negara serta aparat penerbangan.

Kedua tersangka diserahkan kepada team BNN dan dibawa dari Bandara Penang ke Bandara Kualanamu, Medan, Sumut. “Saat ini tersangka dan seluruh barang bukti berada di BNNP Sumut,” tegas Arman.

Selain itu, lanjut Arman, peredaran gelap narkotika jaringan Malaysia – Indonesia (Aceh – Dumai – Medan) terkuak. Modusnya, narkotika ini masuk ke Indonesia melalui jalur laut di Dumai untuk dibawa ke Aceh dan Sumut.

“Pada Kamis (11/4/2019) di Jalan Lintas Sumatera, Prov Asahan. Team BNN telah menangkap Usman, Riant dan Devi Yanni dengan barang bukti narkotika 10 bungkus kotak berlapis lakban hitam berisi narkotika jenis sabu dengan total berat sekitar 10 kg,” katanya.

Di depan Hotel Megasari Kisaran Asahan, Sumatera Utara, telah diamankan Usman, Devi Yanti dan Rianto yang sedang bertransaksi narkotika. Narkotika dibawa dari Dumai ke Kisaran oleh Rianto menggunakan truk. Kemudian diserahkan oleh Usman, asal Aceh yang ditemani oleh Devi Yanti, asal Medan.

Namun pada saat Rianto menyerahkan barang ke Usman dilakukan penangkapan oleh tim BNN. Dari keterangan Usman, yang bersangkutan mengantarkan narkotika dari Dumai atas perintah Yun. “Penangkapan Yun di Aceh Utara, saat ini seluruh Barang Bukti dibawa ke BNNP Sumut,” tambah Deputi Berantas. (ibl)

Komentar

Berita Lainnya