oleh

BNNP Sumsel Tangkap Mantan Anggota Dewan Aceh, Bawa 5 Kilogram Sabu-sabu

SUMEKS.CO – Mantan anggota Dewan di Aceh bersam dua orang temannya, ditangkap Badan narkotika nasional provinsi (BNNP) Sumsel saat membawa 5 Kilogram sabu-sabu saat melintas di Jl Lintas Sumatera, Palembang-Betung.

Ketiga tersangka yang berhasil diamankan, yakni Saiful Bahri (39) yang merupakan warga Aceh, Lekat (27) warga Palembang dan Suhaimi (56) yang merupakan warga Kabupaten Pali.

“Ketiga tersangka ini ditangka berawal dari informasi yang didapat bahwa akan ada transaksi narkoba di Jl Lintas Sumatera Palembang-Betung atau di sekitaran Terminal Betung,” kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol M Arief Ramdhani, saat menggelar rilis di BNNP Sumsel, Rabu (3/3/2021).

Arief menyebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima informasi tersebut pada Senin Senin (1/3/2021) sekira pukul 11.30 WIB.

“Ada seseorang yang mencurigakan saat mengendarai mobil berwarna merah merah di kawasan simpang tiga Taman Betung menuju Palembang,” terangnya.

Personil BNNP Sumsel langsung mengikuti orang yang mencurigakan tersebut, hingga di depan sebuah SPBU.

“Langsung dilakukan penggeledahan setelah mobil dicegat. Dan diamankan lima paket sabu dengan jumlah 5 kilogram,” lanjutnya.

Pihaknya, tambah Arief langsung melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka Lekat yang akan menerima barang haram tersebut. Lalu juga meringkus tersangka Suhaimi yang berada di Pendopo Talang Ubi, Kabupaten Pali, sekitar pukul 17.00 WIB.

“Tersangka Suhaimi merupkan penerima barang yang rencananya akan diantarkan oleh Lekat. Para pelaku ini merupakan jaringan Pekanbaru-Aceh-Sumsel yang akan mengedarkannya di Sumsel,” terangnya.

Tersangka Saiful Bahri yang bertugas sebagai kurir sabu tersebut merupakan mantan anggota dewan yang sempat menjabat sebagai anggota dewan di Aceh pada 2018 lalu.

“Pengakuan tersangka Saiful dirinya terlilit banyak utang jadi terpaksa menjadi kurir. Ketiga tersangka terancam pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35/2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati,” tukas Arief.(dho)

Komentar

Berita Lainnya