oleh

Bobol 17 Rekening, WN Rumania Ditembak Mati

SUMEKS.CO – Dua warga negara (WN) Rumania diduga melakukan kejahatan perbankan dengan membobol 17 rekening. Salah satu pelaku ditembak mati polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan seorang tersangka yang tewas diketahui bernama Solomev. Sedangkan rekannya yang bernama Cristea menyerah setelah melihat rekannya ambruk.

Argo menyebut terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan salah satu bank terkait laporan nasabahnya yang saldo tabungannya selalu berkurang. Laporan itu masuk pada Oktober 2019.

“Berawal dari 17 nasabah yang komplain kepada beberapa bank yang mengatakan bahwa mereka tidak bertransaksi namun mendapat tagihan dan saldo tabungannya berkurang dalam jumlah yang bervariasi,” kata Argo di Polda Metro Jaya.

Subdit Resmob kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya polisi menemukan alat bernama spycam dan deep skimmer yang terpasang di sejumlah mesin ATM di Kalimalang, Otista, Cideng, dan Tomang.

“Petugas lalu mengintai sejumlah ATM yang terpasang alat. Kami yakin para tersangka akan kembali ke ATM terkait untuk mengambil data yang ada di dalam spycam dan skimmer,” terang Argo.

Terbukti, kedua tersangka datang ke sebuah mesin ATM dan mengambil spycam serta deep skimmer. Petugas kemudian membekuk tersangka. Sayangnya, saat ditangkap kedua tersangka melawan dan salah satunya berusaha merebut senjata api petugas.

Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur terhadap salah satu tersangka yang kemudian diketahui sebagai WNA asal Rumania bernama Solomev. Melihat rekannya ambruk, tersangka kedua yang bernama Cristea akhirnya menyerah. “Solomev ini melawan petugas dan sempat berusaha merebut senjata. Akhirnya kita lakukan tindakan tegas dan terukur dan kemudian kita bawa ke RS Fatmawati,” katanya.

Di sana (rumah sakit) oleh dokter dinyatakan meninggal dunia karena kehabisan darah. “Dia ini warga negara Rumania,” kata Argo.

Polisi lalu mengamankan Cristea dan memintanya menunjukkan seluruh ATM yang telah dipasangi deep skimmer dan spycam.

Berdasarkan pengakuan sementara Cristea, dirinya telah mengumpulkan uang senilai ratusan juta. Saat diperiksa petugas menemukan satu rekening bank yang digunakan menampung uang hasil kejahatan dengan saldo Rp137 juta.

“Jadi ada transaksi yang sudah dia kumpulkan sebesar Rp 137 juta di rekening penampungan di situ,” kata Argo.

Argo juga menyebut keduanya baru tinggal di Indonesia selama 1,5 bulan. Mereka menggunakan visa wisata untuk masuk ke Indonesia.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus itu. Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan Kedutaan Rumania di Indonesia terkait kasus tersebut.

“Tersangka kena Pasal pencurian, pencucian uang 363 KUHP, Pasal 263 KUHP dan kita kenakan Pasal ITE tentang pencucian uang. Tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara,” kata Argo. (gw/fin)

Komentar

Berita Lainnya