oleh

Bocah Bengkulu Hanyut, Pencarian Sampai ke Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU – Proses pencarian bocah hanyut yakni Ari Ananda Saputra (12), warga asal Desa Tanjung Sanai, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu hingga ke aliran sungai Kelingi di Lubuklinggau.

Korban hanyut sejak Jumat (8/3) sekitar pukul 16.30 WIB di Sungai Tanjung Sanai, Kecamatan Padang Ulak Tanding. Saat itu korban yang tidak bisa berenang mandi di sungai dengan kedua rekannya. Pihak desa setempat berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Lubuklinggau untuk melakukan penyisiran hingga ke Lubuklinggau.

Di samping itu pencarian di aliran Sungai Kelingi hingga Sabtu (9/3) sore terus dilakukan. Pencarian melibatkan SAR gabungan yakni dari BPBD Lubuklinggau, Basarnas Bengkulu, Tagana Lubuklinggau dan operator arum jeram.

“Sampai hari ini (9/3) masih belum ketemu. Memang semalam dari warga dekat DAS Sungai Kelingi, air sudah naik. Keterangan mereka mancing, mereka tidak lihat adanya itu, disinyalir korban masuk Linggau,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Lubuklinggau, Kgs Ferry melalui  Staf Operator Pusdalob BPBD kota Lubuklinggau, Riko.

Korban hanyut karena nekad terjun ke sungai meskipun tidak bisa berenang. “Si korban itu tidak bisa berenang, dia dengan beraninya terjun dengan modal nekad tadi. Pas terjun itu langsung hanyut. Si rekannya tadi itu berusaha bantu, tapi debit air naik dan deras, jadi dia terlepas sirekan bantu tadi. Si korban terus hanyut,” bebernya.

Setelah kejadian tersebut, rekan korban tidak berani memberitahukan kejadian keorang tua korban. “Karena takut. Jadi pakaian disimpan oleh rekannya tadi. Karena kekhawatiran orang tua tadi, anak belum balik, jadi bertanyalah kepada rekan-rekan korban tadi sekitar pukul 17.00 WIB,” terangnya.

Kemudian, rekan korban baru berani ngomong dan memberitahukan kepada orang tua korban. “Jadi mereka langsung menghubungi kami bahwasanya ada korban warga mereka hanyut. Mereka minta bantuan dengan BPBD terdekat,” ungkapnya.

Hingga kemarin (9/3), penyisiran oleh tim gabungan dilakukan mulai titik awal lokasi kejadian hingga alirang sungai Kelingi didaerah Watervang di Lubuklinggau. Dua unit perahu karet diturunkan melakukan penyisiran kedaerah kanan kiri bibir sungai. Dibantu pula alat pelampung sambil berenang.

“Mulai jam tujuh pagi sampai sore jam lima belum ada hasil. Pencarian masih akan kita lakukan,” pungkasnya.(wek)

Komentar

Berita Lainnya