oleh

Bocah Tewas Terperosok Bukan yang Pertama, Kasus Hukum Tanda Tanya…

Peristiwa hukum yang menjurus pada dugaan kelalaian dalam kasus bocah terperosok di ‘lingkungan yang berbahaya bagi anak’ bukan kejadian yang pertama.

Terakhir, sore tadi, Rabu (10/7/2019), bocah usia 3 tahun Kahfi Al Ahzam (3 tahun) dinyatakan meninggal malam harinya usai dievakuasi Basarnas karena terperosok di lubang paku bumi area Pelabuhan Tanjung Api apu Banyuasin.

Sebelumnya ada banyak kasus yang tak sampai ke proses hukum. Data SUMEKS.CO menunjukkan hal itu. Diantaranya:

Jumat, 29 Januari 2018:

Kedua korban yang tewas di kolam bekas galian tanah di Jalan R Dentjik Asaari, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Anaisha Putri Aulia alias Nesya (14) dan Ummu Iciari Kamila Tyas (14), sempat tenggelam di dasar air beberapa jam, sebelum akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa oleh petugas Basarnas Kota Palembang.

Senin, 31 Desember 2018

Nasib na’as menimpa Darman (58) dan cucunya Mirsa Ukail Rohman (4) ditemukan tewas didalam bekas lubang galian bangsal batu bata yang berada dibelakang rumahnya di RT 06 RW 02 Kelurahan Bayung Lencir Indah, Kecamatan Bayung Lencir, Senin (31/12), sekitar pukul 15.30 wib oleh istri dan warga sekitar.

Senin, 19 Juni 2018

Nasib tragis menimpa dua gadis ABG (Anak Baru Gede, red) Vera Setya Ningsih (15) dan Okta Diana Savitri (13), warga Almanar Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang Muara Enim. Keduanya diduga tewas terpeleset saat asyik mandi di kolam bekas galian tanah di KM 7 Jalan Batubara Thailindo Desa Putak Kecamatan Gelumbang Muara Enim.

Jumat, 23 Februari 2017

Setelah ditemukan pada Jumat (23/2/2017) sekitar pukul 07.30, jenazah Reza (9), bocah yang terseret arus dan tenggelam di saluran air yang berada di Jalan HBR Motik persisnya di depan PT Interbis Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang pada Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 17.00, langsung dibawa ke rumah duka.

Sumber: Tim SUMEKS.CO

Komentar

Berita Lainnya