oleh

Bolos Kerja, TKS PALI Bakal Diputus Kontrak

-Sumsel-144 views

PALI – Hari pertama kerja dilingkungan pemerintah Kabuapten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah membuat Bupati Ir Heri Amalindo MM geram, memimpin giat apel bersama.

Pasalnya, dalam apel yang digelar Senin (10/6), di lingkungan Kantor Pemda PALI Kilometer 10, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi ini, masih banyak PNS dan TKS yang memilih bolos kerja, meskipun libur yang telah dijalani cukup lama.

Dimana, tercatat sebanyak 20 PNS diketahui bolos dan tanpa keterangan. Sedangkan PNS tersebut didominasi PNS di Dinas Pekerjaan Umum. “Paling banyak yang bolos itu dari Dinas PU. Sedangkan TKS kita masih rekap,” jelas Plt Kepala BKD  PALI Desi Rosalia.

Hal itu tentu menjadi sesalan Bupati Ir H Heri Amalindo Mm. “Tidak seharusnya seperti ini, selalu saja ditegur dan dimarah saat hari pertama masuk kerja pasca libur panjang. Libur 12 hari sudah lebih dari cukup, kalau hari ini masuk kerja, dari Minggu kemarin harusnya yang mudik sudah kembali ke Kabupaten PALI,” katanya.

Lebih lanjut dikatakanya, seluruh pegawai baik ASN dan TKS harus selalu semangat, terlebih TKS yang sudah dinaikan honornya dua kali lipat beberapa waktu lalu, sesuai dengan keinginan dari para TKS itu sendiri.

“Honor pegawai TKS sudah kami naikan dua kali lipat, tetapi masih saja banyak yang tidak hadir. Kami naikan gaji agar pegawai sadar dan semangat serta menunjukan kinerja yang terbaik dan bagus, bukan malah sebaliknya,” terangnya.

Ditambahkan, apabila ingin memajukan daerah terkhusus Kabupaten PALI, seluruh pegawai harus disiplin. Karena disiplin menurutnya sebagai modal utama dalam memjalankan roda pemerintahan.

“Ciri maju bukan karena pintar tapi disiplin, karena negara-negara maju pegawainya disiplin. Contoh Malaysia, Thailand dan negara maju lainnya, kalau masuk jam tujuh jam enam sudah dikantor, bukan seperti di sini yang sering molor. Untuk itu, kedepan perbaiki, siapapun pemimpin kalau kita kerja bagus pasti terpakai,” tegasnya.

Sementara itu, Setda Kabupaten PALI Syahron Nazil menegaskan, bahwa pegawai yang tidak disiplin terancam kena sanksi. “Kita lihat dulu penyebab ketidak hadiran pegawai bersangkutan, kalau logis kita akan pertimbangkan, tetapi apabila itu sudah menjadi kebiasaan, maka sanksi tegas bakal dilakukan, terutama bagi pagawai TKS yang akan diputus kontraknya,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya