oleh

Bonek Deadline Manajemen Persebaya Tiga Hari

-Sportainment-1.672 views
SURABAYA – Bonek sangat kecewa lantaran Persebaya Surabaya gagal merekrut Andik Vermansah dan Evan Dimas Darmono.

Apalagi beberapa pemain inti juga lepas. Seperti, David da Silva dan Fandry Imbiry. Bonek yang geregetan, akhirnya membuat kesepakatan bersama.

Kesepakatan itu dibuat oleh wakil seluruh tribun. Yakni Green Nord 27, Tribun Timur, Tribun Kidul, dan Arek Gate 21.

Mereka mendorong manajemen untuk melakukan pertemuan. Tujuannya, untuk mendengar aspirasi dari Bonek.

Dalam isi kesepakatan itu, Bonek menuntut manajemen lebih transaparan terkait isu transfer pemain.

Bonek memberi waktu tiga hari agar manajemen segera mengambil sikap. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, ancamannya tidak main-main.

Bonek akan memutuskan koordinasi apapun dengan manajemen. Selain itu, mereka akan melakukan aksi bersama sebagai bentuk kekecewaan.

Hal tersebut dibenarkan oleh koordinator Bonek Gate 21 Joe. Dia kecewa terhadap sikap manajemen yang kurang terbuka.

Terutama, terkait pemain-pemain yang lepas dari incaran.

Padahal menurut Joe, nama-nama tersebut pernah dijanjikan manajemen saat menggelar pertemuan pada 11 Desember lalu di RM Nur Pasific.

“Bagi kami ini seperti main-main, meremehkan. Klub lain sudah dapat pemain yang diharapkan. Sedangkan kami kalau mengharapkan pemain itu kenapa nggak langsung digaet ?” kecam Joe.

”Apa permasalahannya kami nggak tahu. Manajemen juga nggak ada keterbukaan,” terangnya.

Joe juga mempertanyakan tentang target Persebaya musim depan. Seperti yang sebelumnya, target juara tidak masuk dalam hitungan.

“Target Persebaya pun bukan juara. Kan aneh itu,” ucapnya.

Nah, sebagai perwakilan dari Bonek, Joe berharap manajemen bisa melakukan itikad baik. Mereka menginginkan diskusi terbuka.

Dalam diskusi tersebut, Bonek ingin mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait Persebaya.

Mereka juga berharap dalam diskusi tersebut, ada orang yang kompeten dari pihak manajemen, sehingga pertanyaan Bonek bisa terjawab.

“Kami nggak menerima one man show lagi seperti tahun kemarin. Jadi pertanyaan teman-teman nggak dijawab,” ketusnya.

Jika kesepakatan di atas tidak dipenuhi, Joe mengatakan akan ada aksi lebih besar dari Bonek. Saat ini Bonek memang sudah berubah.

Tidak ada lagi aksi-aksi brutal. Lebih kondusif. Tapi ini tidak sebanding dengan sikap dari manajemen.

“Kalau tidak dipenuhi keinginan tersebut, kami berhenti berkoordinasi dengan manajemen dan panpel.

Setelah itu kami akan lakukan aksi bersama. Bentuknya belum bisa memastikan,” ujarnya.

”Yang perlu diiingat kami tidak bertanggungjawab atas aksi nekat teman-teman sebagai ekspresi cinta terhadap Persebaya. Entah itu memboikot store. Kami tidak bertanggungjawab,” tutur Joe.

Pentolan Bonek lainnya Tubagus Dadang Kosasih menyampaikan hal serupa. Menurutnya Bonek sudah kecewa dengan sikap manajemen yang gagal merekrut pemain-pemain top.

Belum lagi status beberapa pemain yang belum ada kepastian.

“Wajar kalau teman-teman mau boikot. Kami berjuang enam tahun untuk mengembalikan Persebaya. Kami ingin aspirasi kami didengar. Musim depan kalau nggak ada pemain bagus, ngapain mau lihat ? Bisa-bisa kami kosongkan GBT saja,” ucap Dadang seperti diberitakan Jawa Pos.

Sementara itu pihak Persebaya belum bisa dimintai keterangan terkait hal ini. Tidak ada respons, baik melalui WhatsApp maupun telepon dari pihak manajemen yang dihubungi.

Begitu juga ketika Jawa Pos mendatangi kantor Persebaya di Surabaya Town Square.

Suasana terlihat lengang. Ketika meminta bertemu dengan pihak manajemen, beberapa pengurus sedang cuti. Selain itu, manajer tim juga tidak ada di tempat. (gil/bas)

Komentar

Berita Lainnya