oleh

Bongkar Sindikat 81 Kg Sabu dan Ratusan Ribu Ekstasi, BNN Tembak Mati Seorang Pengedar…

-Nasional-129 views

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pengungkapan kasus narkoba  besar dengan barang bukti 81 kg sabu dan 102.657 butir pil ekstasi di Kabupaten Asahan berawal dari laporan masyarakat.

“Kita terima laporannya pada Selasa (2/7/2019) terkait adanya penyelundupan narkoba menggunakan speedboat di perairan Tanjung Balai,” jelasnya, Kamis (4/7/2019).

Dalam peoses penangkapan, Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terpaksa menembak mati salah satu pengedar. Total ada 13 tersangka pengedar narkotika yang ditangkap.

Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur lantaran pelaku melawan dan berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Selain menembak mati satu tersangka, petugas BNN juga melumpuhkan satu tersangka jaringan narkoba lainnya.

“Petugas BNN mencurigai sebuah mobil Innova hitam dengan nopol BK 1430 HG,” jelas Arman Depari.

Saat mobil tersebut keluar, petugas mencegatnya di kawasan perlintasan kereta api, Simpang Warung, Kisaran.

Saat digeledah, petugas menemukan sabu dan ekstasi yang disimpan di dalam ban dalam mobil. “Petugas juga berhasil mengamankan dua orang yang bernama Adi Putra alias Tison dan Ardiansyah alias Yuni,” jelas Arman.

Dari pengakuan kedua tersangka, kata dia, mereka mengaku masih menyimpan sabu di sebuah rumah di Lubuk Palas, Asahan. “Dari rumah itu, kita amankan satu ban mobil yang berisi sabu dan kita tangkap seorang tersangka atas nama Fadli,” ujar Arman.

Dari penangkapan itu, petugas mengidentifikasi pelaku lainnya yang diketahui membawa mobil Honda Jazz nopol BK 1004 di Batubara. Menurut Arman, saat dikejar petugas dihalangi mobil Avanza nopol BK 1321 KIJ. “Kita kembali tangkap dua orang yakni Hanafi dan Amiruddin,” jelasnya.

Petugas BNN kembali mengembangkan penyelundupan narkoba pada Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB. Petugas kembali menangkap dua pelaku lainnya yakni, Zul dan Nazar di kawasan perkebunan Kelapa Sawit, Teluk Dalam, Asahan. Dari penangkapan dua pelaku, petugas berhasil mengetahui keberadaan pelaku lainnya di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Saat tengah melakukan penyelidikan di kawasan Jalan perhubungan, Lau Dendang, Medan Tembung, petugas BNN dihalangi-halangi anggota jaringan narkoba di Batubara. “Bukannya berhenti, mobil tersebut kemudian berusaha melarikan diri dengan menabrak dan melukai petugas,” kata Arman.

Petugas selanjutnya memberikan tembakan peringatan ke pengendara mobil tersebut. “Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur ke mobil tersebut. Kita tangkap tiga orang yakni Sulaiman, M Yusuf, dan M Yasin. Tersangka M Yasin meninggal dunia, sedangkan M Yusuf mengalami luka pada betis kiri,” beber Arman.

Petugas kembali berhasil menangkap satu tersangka lainnya, Tarmizi alias Geng di Gang Riski, Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deliserdang. “Ada 13 tersangka berikut dengan barang bukti aksi kejahatan yang sudah kita amankan,” tandasnya. (jpg)

Komentar

Berita Lainnya