oleh

Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi di Palembang

PALEMBANG – Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil membongkar sindikat perdagangan bayi di Palembang, Senin (13/1/2020).

Sebanyak empat orang tersangka berhasil diamankan petugas.

Foto : Jal/Sumeks.co

“Empat orang tersangka dengan peran berbeda berhasil kami amankan. Kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut guna mengungkap sindikat ini,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji kepada awak media, Senin (20/1/2020).

Berdasarkan hasil penyelidikan, satu orang bayi akan dijual oleh keempat tersangka, masing-masing bernama Mariam (63), Darmini (30), Marlina (38) dan Sri Ningsih (42).

Adapun ibu bayi tersebut adalah salah seorang tersangka bernama Darmini.

“Ibunya ini berniat menjual bayinya sesaat setelah melahirkan pada 9 Januari lalu,” terang Anom.

Dalam melancarkan aksi mereka, keempat tersangka mematok harga seorang bayi mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 25 juta.

“Modus operandinya, bayi dari ibu yang melahirkan, menyerahkan ke seseorang yang bertugas menjual bayi tersebut. Istilahnya ada transit terlebih dahulu sebelum bayi itu dijual,” papar Anom.

Kini bayi tersebut masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel.

Polisi pun masih terus mengembangkan kasus perdagangan bayi ini.

“Keemapt tersangka diancam Pasal Perlindungan Anak dan diancam pidana penjara 15 tahun,” tegas Anom.

Sementara Darmini, tersangka yang merupakan ibunda bayi mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 6,2 uta jika bersedia menyerahkan bayi yang dilahirkannya pada 9 Januari lalu.

“Saya sebenarnya dapat uang Rp 1,2 juta untuk mengganti biaya melahirkan bayi. Rencananya mau dikasih lagi Rp 5 juta, tapi belum saya terima,” ungkapnya.

Darmini pun membantah jika ia sengaja menyerahkan bayinya pada ketiga tersangka lainnya yang bertugas menjual bayi.

“Saya hanya bermaksud nitip bayi saya karena saya tidak ada uang untuk membiayai anak saya. Tapi ternyata bayi saja dijual, saya tidak tahu,” kilahnya.(jal)

Komentar

Berita Lainnya