oleh

Bos Bengkel Jadi Pengedar Sabu

Amankan 28 Paket Sabu dan 8 Ineks

PAGARALAM – Pengembangan ungkap jaringan bandar Narkoba BS oleh Satres Narkoba Polres Pagaralam kembali mengendus sepak terjang pengedar lain di kawasan Rantau Unji, Kecamatan Dempo Tengah. Adalah Ev (48), warga Desa Rantau Unji, Kelurahan Karang Dalo dan HM  (37), Warga Talang Jengkol RT02/RW03 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Pagaralam Utara.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Pagaralam, Kamis (19/11), diketahui bahwa keduanya ditangkap Satnarkoba, Selasa (17/11) sekira pukul 12.30 WIB, di bawah pimpinan Kasat Narkoba Polres Pagaralam, Iptu Faisal Kamil.

Dikatakan Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIK MH melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Faisal Kamil, pengungkapan kasus kedua tersangka ini atas pengembangan kasus narkotika sebelumnya. “Pertamakali kita ringkus adalah He, di sebuah bengkel di kawasan Rantau Unji. Jika yang bersangkutan mengaku adalah kurir,” katanya.

Sementara. barang yang didapat adalah tak lain dari pemilik bengkel tempat dirinya bekerja sebagai tukang las. Lantas, anggotapun begerak cepat melakukan penggerebekan ke rumah Ev yang merupakan pemilik bengkel yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi. Dari penggeledahan di kediaman tersangka Ev, anggota Satres Narkoba mengamankan barang bukti Narkoba cukup banyak. Yaitu, 28 paket, diduga narkotika jenis sabu berat bruto 45,79 gram.

“Anggota juga mengamankan barang bukti ekstasi sebanyak 8 butir berat bruto 3,76 gram. Beserta uang tunai, diantaranya Rp100.000 sebanyak 15 lembar, Rp50.000 sebanyak 8 lembar, 4 lembar uang pecahan Rp20.000, 6 lembar uang pecahan Rp10.000, 5 lembar uang pecahan Rp5.000. Termasuk mata uang luar negeri, yaitu 2 lembar pecahan 1 dinar, dan 8 lembar pecahan 1 ringgit,” katanya.

Selain itu anggota juga mengamankan barang bukti lain diantaranya, 8 bal plastik klip, 1 buah timbangan digital ukuran besar, 1 buah timbangan ukuran kecil, 2 unit Hp merk Oppo. “Dalam ungkap kasus narkotika ini, para tersangka memiki keterkaitan satu sama lainnnya,” pungkas Kapolres kepada awak media saat pers rilis Narkoba di Mapolres Pagaralam.

Usai sudah karir BS, oknum Polri di lingkup Polres Pagaralam. Lantaran perbuatannya kembali mengedarkan narkotika jenis sabu kembali ditangkap tim Satres Narkoba Polres Pagaralam, pimpinan Iptu Faisal Kamil pada Jumat lalu (13/11).

Hal ini disampaikan langsung Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIK MH didampingi Wakapolres, Kompol Dwi saat pers release ungkap kasus narkotika di Mapolres Pagaralam, kemarin.

“Ungkap kasus Narkoba hari ini (kemarin, red) merupakan tangkapan terbesar sepanjang sejarah di Polres Pagaralam,” ujar dia.

Mengenai sanksi tegas jajaran Polri yang terlibat? Jawab AKBP Dolly Gumara SIK, tentunya tidak ada toleransi lagi. “Terlebih tersangka BS yang sebelumnya residivis kasus serupa (narkotika, red), kita rekomendasikan hukuman seberat-beratnya,” tegasnya.

Sanksinya sebut Kapolres mempedomani Perkap Kapolri, tidak menutup kemungkinan direkomendasikan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Tidak hanya itu, yang bersangkutan juga terancam dijerat pasal 114 UU Narkotika, dengan ancaman pidana mati.

Mengenai jaringan narkotika yang meringkus kelima orang tersangka ini, Kapolres belum berani berbicara panjang lebar. “Masih kita kembangkan lagi. Kelima tersangka ini yang jelas memiliki keterkaitan satu sama lain. Namun untuk jaringan narkotika ini, kita belum bisa membeberkan, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Yang jelas, baik BS dan tersangka lainnya yang merupakan masyarakat biasa, hukuman tetap sama. Tidak dibeda-bedakan. “Kelima tersangka ini pidananya sama, begitupun hukumannya juga sama (terancam pidana mati, red),” pungkas Kapolres seraya mengultimatum jajarannya di lingkup Polres Pagaralam jangan coba-coba terlibat peredaran narkotika. (ald)

 

Komentar

Berita Lainnya