oleh

Bowo Mengaku Diminta Nusron  Siapkan 400 Ribu Amplop Serangan Fajar Pemilu 2019

-Nasional-431 views

JAKARTA – Politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso mengaku diminta kolega satu partai yakni Nusron Wahid, untuk menyiapkan 400 ribu amplop untuk serangan fajar pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Bowo menyampaikan hal itu usai menjalani pemeriksaan dugaan kasus suap distribusi pupuk di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (9/4).

“Saya diminta oleh partai menyiapkan 400 ribu‎ (amplop), Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu (amplop),” kata Bowo ditemui wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (9/4).



Namun, Bowo tidak menjawab tegas saat disinggung kemungkinan ratusan ribu amplop berkode ‘cap jempol’ digunakan untuk kepentingan Pileg atau Pilpres.

“Jadi, yang jelas partai kami dukung 01,” ungkap Bowo sembari menuju mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan.

Sebagai informasi, KPK menetapkan Bowo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan tersangka kepada anak buah Bowo sekaligus staf PT Inersia bernama Indung dan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti.

Kasus yang menyeret ketiganya bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia berupaya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia menggunakan kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia.

Untuk merealisasikan hal tersebut, PT Humpuss meminta bantuan Bowo Sidik Pangarso. Lantas PT Pilog dengan PT Humpuss Transportasi Kimia menggelar nota kesepahaman.

Atas bantuannya tersebut, Bowo mendapat komitmen fee dari PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$ 2 per metric ton. (mg10/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya