oleh

BPBD OI Klaim Berhasil Turunkan Hotspot

 

SUMEKS.CO, OGANILIR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir (OI), mengklaim berhasil menurunkan hotspot. Namun, pihaknya terus berupaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Caram Seguguk.

Kepala Pelaksana BPBD Ogan Ilir, Jamhuri mengungkapkan, rencana pengendalian Karhutla di Ogan Ilir akan dimulai pencegahan hingga penanggulangan. Upaya-upaya tersebut diantaranya dengan menyebar maklumat larangan membuka lahan dengan cara membakar.

“Kemudian, kita juga menggelar pelatihan kepada kelompok masyarakat, relawan, regu Damkar perusahaan mengenai pengendalian Karhutla,” kata Jamhuri, Rabu (21/4). Tim Satgas Penanggulangan Karhutla terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur lainnya.

BPBD Ogan Ilir juga melakukan patroli darat dan mendirikan posko terpadu pemadaman Karhutla di empat titik. “Keempat posko tersebut yakni Posko Tanjung Raja, Posko Simpang KTM Rambutan, Posko Lubuk Keliat dan Posko Induk Indralaya,” lanjut dia.

Disinggung mengenai hotspot, Jamhuri menjelaskan, berdasarkan data BPBD Ogan Ilir, di tahun 2018 tercatat ada 22 hotspot, 94 titik api dan 414,63 hektar lahan yang terbakar.

Tahun 2019, intensitas Karhutla meningkat tajam dengan jumlah 340 hotspot, 317 titik api dan 1.053 hektar lahan yang terbakar. Sedangkan tahun lalu, terjadi penurunan intensitas Karhutla dengan 89 hotspot, 57 titik api dan 108 hektar lahan yang terbakar.(ety)

 

 

Komentar

Berita Lainnya