oleh

BPBD : Puncak Kemarau Berakhir Satu Bulan Lagi

SUMEKS.CO – Meski sudah banyak warga mengeluh krisis air bersih dan terdampak kabut asap akibat puncak musim kemarau. Pemerintah Daerah, mengkonfirmasi jika musim kemarau akan terus berlanjut hingga ‎akhir September mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muratara Syarmidi saat dibincangi Selasa (15/10) di kediaman Bupati Muratara, mengatakan.

Seluruh masyarakat di wilayah Muratara diminta tetap bersabar dan tidak melakukan aktivitas seperti membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi itu dianggap dapat menimbulkan dampak negatif seperti kabut asap.

“Sekarang masih musim kekeringan dan kabut asap. Karena sekarang masih kemarau, kami dapat informasi dari BMKG puncak kemarau akan berakhir penghujung September nanti, jadi jangan sampai warga buka lahan dengan cara dibakar,” katanya.

Dia membenarkan, saat ini hampir seluruh wilayah di Kabupaten Muratara tengah dilanda bencana krisis air bersih. “Tapi masyarakat Muratara masih diuntungkan dengan dua aliran sungai besar di wilayah kita.

Walau mayoritas sumur mengering, warga masih bisa mengandalkan air dari aliran sungai,” bebernya.

Dia meminta masyarakat selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sehingga dapat mengantisipasi dampak kabut asap yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan.

“Kami imbau warga selalu pakai masker di luar rumah, karena saat ini masih banyak kabut asap,” bebernya.

Terkait dunia pendidikan, pihakya menegaskan belum ada informasi lanjutan dan keputusan dari Pemerintah Daerah untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar. Karena saat ini kondisi udara di wilayah Muratara dianggap belum sampai tingkat mengkhawatirkan.

Sementara itu, Bupati Muratara H Syarif Hidayat membenarkan, belum adanya putusan mengenai dampak kabut asap dan meliburkan kegiatan pelajar tingkat SD dan SMP.

“Kita belum liburkan cuma melarang sekolah dan pelajar beraktivitas di luar ruangan saja. Itu karena kondisi udara di wilayah kita belum terlalu mengkhawatirkan,” bebernya.

Dia menegaskan, untuk meliburkan kegiatan sekolah tentunya Pemerintah Daerah memiliki ukuran standar tingkat polusi udara. Namun pihaknya menegaskan, terus melakukan pemantauan dan meminta masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Jadi belum kita liburkan, karena ada standarnya. Tapi tetap kita pantau terus,” tutupnya.

Terpisah, Faat warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengungkapkan akibat kekeringan sumber air bersih dan kabut asap. Hampir setiap pagi dan sore hari ramai warga memanfaatkan aliran sungai.

Masyarakat berharap, puncak kemarau yang tengah terjadi cepat berlalu karena saat ini sudah banyak warga mengeluh mengenai sulitnya mendapatkan sumber air bersih dan banyaknya lahan warga yang terbakar.

“Sumur bor dalamnya 35 meter ikut kering, apa lagi sumur yang dalamnya cuma 10-20 meter. Sekarang susah air. Mudah-mudahan cepat hujan, jadi sumur-sumur terisi lagi,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya