oleh

BPBD Siaga 24 Jam

MUARA ENIM  – Dalam upaya mewaspadai potensi hujan ekstrem disertai petir dan kilat serta angin kencang yang melanda wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim harus siaga 24 jam.

Hal ini diakui Kepala BPBD Muara Enim H Tasman, mengatakan berdasarkan data BMKG saat ini sebagian besar wilayah di Provinsi Sumsel dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan tersebut juga disertai petir kliat dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan dampak terjadinya bencana.

“Dari data BMKG, hujan lebat dan sedang melanda wilayah OKI, OKU, OI, Banyuasin, Palembang dan meluas ke wilayah OKU Timur, Muara Enim serta Prabumulih,”kata Tasman, Jumat (14/2).

Adapun untuk diwilayah Kabupaten Muara Enim, Tasman menerangkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda di empat Kecamatan pada Sabtu (Besok, red). Keempat Kecamatan tersebut yakni Gunung Megang, Lawang Kidul, Muara Enim dan Ujan Mas.  “Untuk itu tim kami selalu bersiaga 24 jam, hal ini mengantisipasi bila terjadinya bencana dari dampak hujan yang melanda sebagian wilayah,” ujarnya.

Tasman menjelaskan, sesuai dengan kontur wilayah Kabupaten Muara Enim yang sebagian ada wilayah perbukitan dan dataran tinggi, maka di Bumi Serasan Sekundang rawan terjadi bencana seperti longsor hingga banjir.

Meski begitu, kata dia, pihaknya menyebut kondisi wilayah Kabupaten Muara Enim masih relatif normal. “Belum ada laporan terjadinya bencana serius selama intensitas hujan tinggi saat ini,”ungkapnya

Disisi lain, Tasman juga menegaskan tim BPBD Muara Enim telah mensiagakan sejumlah personel dan peralatan untuk menunjang proses evekuasi bencana saat dibutuhkan. Selain tim BPBD, ada juga bantuan dari anggota Kepolisian dan prajurit TNI.

Sementara mengenai kesiapan anggaran bencana, Tasman mengatakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tidak menentukan besaran anggaran. Menurutnya, anggaran akan dikucurkan sesuai kebutuhan atau besarnya dampak ditimbulkan oleh bencana. “Mekanismenya pada saat darurat bencana kita baru mengajukan anggaran ke Bupati, besarannya disesuaikan kebutuhan,” jelasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya