oleh

BPJAMSOSTEK Sumbagsel Kembali Hadirkan Vokasi

BPJAMSOSTEK hadir kembali memberikan layanan dalam bentuk pelatihan atau “vocational training” kepada para pekerja yang mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Melalui Vokasi ini, BPJAMSOSTEK akan mendampingi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan putus kontrak tersebut untuk mendapatkan pelatihan atau ketrampilan khusus dengan melakukan reskilling, maupun upskilling, sebagai harapan mereka mampu bekerja kembali atau menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Arief Budiarto, Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Sumbagsel menghimbau kepada para peserta yang menjadi korban PHK agar segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan tersebut. Adapun pelatihan ini akan kita sesuaikan dengan kondisi saat ini dimana kita masih bersama-sama melawan penyebaran COVID-19, yaitu kita akan lakukan secara daring atau online.

Selain itu Arief juga menyampaikan bahwa selain peserta akan mendapatkan pelatihan kita juga akan memberikan uang saku dan uang makan kepada peserta vokasi selama pelatihan. Syaratnya pun cukup dengan mempunyai kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK dan menjadi peserta minimal 1 tahun, perekrja yang mengalami PHK atau putus kontrak baik penerima upah maupun bukan penerima upah.

Arief juga menambahkan untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan di bawah kepemimpinannya, BPJAMSOSTEK masih membuka pendaftaran vokasi ini di setiap Kantor Cabang melalui website https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

“Sebagai contoh di Palembang, Bengkulu dan Lampung kita bekerjasama dengan LP3I sebagai fasilitator pelatihan, di Pangkal Pinang, kita gandeng Atma Luhur, Muara Bungo kita kerja sama dengan BLK, dan di Baturaja kita gandeng Palcomtech dimana saat ini vokasi tersebut masih berjalan dan kita telah melakukan pelatihan sebanyak 14 batch,” kata Arief.

“Saya harapkan dengan mengikuti vokasi ini, pekerja yang mengalami PHK bisa mendapat skill dan menjadi tenaga kerja terampil dan kompeten yang siap bekerja lagi serta mampu meringankan beban para pekerja ter-PHK untuk meningkatkan keahliannya”. (ril)

Komentar

Berita Lainnya