oleh

BPJS Ketenagakerjaan-Disnakertrans Lanjutkan Kerjasama

PALEMBANGBPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagsel memperkokoh jalinan kerja sama di bidang pengawasan dan penindakan atas perusahaan atau badan penyedia layanan kerja yang belum menaati aturan-aturan dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumsel.

Acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di Hotel Novotel, Jl R Sukamto, Kemuning Palembang. Selasa (1/9).

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Arief Budiarto mengatakan bahwa hal tersebut merupakan upaya untuk mengoptimalkan program jaminan sosial bagi tenaga kerja di Sumsel. Adapun terlampir dalam nota kesepahaman tersebut, permohonan pengoptimalisasian bagi perusahaan yang belum terdaftar dan juga sebagian yang menuggak iuran ketenagakerjaan.

“Sebagaimana yang data yang disajikan. Khusunya kita Kota Palembang wilayah oeprasional mencakup OKI, Banyuasin dan Musi Banyuasin, baru tercatat sebanyak 7.875 perusahaan yang berkontribusi aktif dalam Program BPJS Ketenagakerjaan.

“Masih ada yang belum sesuai aturan”,
“Makanya kita lakukan kerjasama dengan Disnakertrans,”
“Semoga Disnaker dengan kewenangannya bisa melakukan proses untuk menghimbau atau juga Menekan para perusahaan tersebut ,” kata Arief Budiarto.

Sementara itu Kepala Disnakertrans Sumsel Koimudin menyambut baik atas keberlanjutan jalinan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Walaupun implementasi pelaksanaannya masih belum optimal.

“Perjanjian ini belum dilaksanakan secara baik”,
“Semoga ini kesempatan untuk lebih baik”,
“Kita ingin pekerja kita sejahtera, seluruh”, ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan. Disnakertrans aktif mengawasi perusahaan di 17 kabupaten/kota.
sesuai dengan wewenangnya. Dalam hal ini, memberikan himbauan pada perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Sebagai Instrumen tukang tagih untuk perusahaan agar melaksanakan aturan yang berlaku. Dan apabila tidak diindahkan memberikan rekomendasi ke PTSP untuk di lakukan pemcabitan izin usahanya,” pungkas Koimudin. (mg1)

Komentar

Berita Lainnya