oleh

BPN Semakin Optimis Paslon 02 Menangi Pilpres

JAKARTA – Sepekan sebelum hari pencoblosan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 02 sangat optimistis. Bisa menang dalam pertarungan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April nanti. Keyakinan itu menguat setelah melihat animo masyarakat di setiap kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Baik itu di daerah atau di ibu kota, kampanye selalu dikerubuti massa.

Situasi ini diperkuat dengan assessment internal BPN bahwa elektabilitas pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyentuh angka 62 persen. Sementara pasangan 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin diklaim berada di angka 38 persen. “Saat ini kita berada di posisi 62 persen, lawan kita di 38 persen. Ini asessment internal kami dengan metode survey. Kami lakukan assessment ini pertama di Pilgub DKI Jakarta. Dan Pilgub yang high profile seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, dan Lampung,” ungkap Direktur Kampanye Nasional BPN Sugiyono kepada media di Jakarta Rabu (10/4).

Assessment ini kebalikan dari survey mainstream yang selama ini hasilnya memenangkan paslon 01. “Menurut kami itu tidak tercermin dari apa yang kita saksikan di lapangan. Selalu dibilang 02 berpacu mengejar ketertinggalan dari 01 di survey-survey mereka. Apakah tepat jika di tempat kampanye kesulitan mencari massa. Sementara di survey unggul. Jika itu benar maka seharusnya mereka bisa menggerakkan massa,” ujarnya.

Sugiyono menjelaskan, fakta di lapangan memang demikian. Amino dan antusiasme masyarakat sangat besar untuk ikut dalam kampanye 02. Sementara kampanye 01 cenderung lebih sedikit massanya. Video dan foto yang diambil di area kampanye paslon 02 juga terlihat sangat meriah. Ibu-ibu, emak-emak keluar dari rumahnya. Anak-anak digendong bapak atau ibunya sambut Prabowo dalam kampanyenya. Nenek-nenek dan kakek-kakek tunjukkan jari mereka tunjukkan simpati dan dukungan ke Prabowo dalam kampanyenya.

“Mereka muncul, hadir, keluar dari rumah tanpa dimobilisasi dan itu kita temui di setiap tempat kita kunjungi. Setiap titik kampanye yang dilakukan 02 kita melihat animo masyarakat sedemikian besar. Bahwa ada satu perasaan umum yang kita lihat, sebagaian besar masyarakat inginkan perubahan,” ucapnya.

Lanjut Sugiyono, perubahan diinginkan karena keadaan bangsa ini khususnya sektor ekonomi dalam keadaan tidak baik. Masyarakat rasakan itu, masyarakat rasakan harga-harga mahal. Generasi mudanya kesulitan lapangan kerja. Emak-emak yang peduli terhadap masa depan anak-anak mereka harus lebih baik, sekolah, gizi, pelayanan kesehatan harus lebih baik. Kemudian petani mengeluh. Misal, petani karet dan sawit di Palembang menjerit karena harga sangat rendah.

“Tidak mampu tutupi cost produksi. Menunggui hasil panen yang dimilikinya mereka nangis. Kemudian perasaan yang timbul sama, situasi mereka susah. Positifnya, di tengah kesusahan itu masyarakat berikan sumbangan langsung ke Pak Prabowo juga ke Pak Sandi. Itu salah satu bentuk support,” ucapnya.

Sugiyono menegaskan keyakinannya bahwa paslon 02 melaju jauh dari 01. Tentu penilaian ini berdasarkan data di lapangan dan kajian-kajian yang dilakukan. Jawa Tengah yang sebelumnya sulit ditembus, kini sudah mulai bisa dimasuki dengan bantuan para tokoh dan ulama. Kemudian Jawa Timur juga diyakini perolehan suara melebihi incumbent. Adapun Bali dinilai butuh penguatan lagi karena perlu kerja keras untuk merebut mandat rakyat di Bali. Ada beberapa isu yang bisa diangkat, seperti reklamasi yang harus didengarkan dari suara masyarakat Bali.

“Namun ini juga harus jadi peringatan kita semua buat BPN bahwa apa yang kita lihat dan dapatkan harus selalu kita jaga dan mawas diri. Karena kami yakin di hari-hari terakhir ini kemenangan akan semakin dekat dan segera kita raih. Kita jaga suara rakyat yang tertangkap dalam kampanye dan amanat mereka bisa kita tunaikan sebaik-baiknya,” tukasnya.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya