oleh

BBPOM Bentuk Tim Keamanan Pangan Sekolah

PALEMBANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menghimbau kepada pihak sekolah supaya menjaga keamanan pangan yang dijual di sekolah-sekolah. Pasalnya, sebagian besar jajanan di sekolah yang dikonsumsi oleh anak-anak dinilai tidak higienis.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang, Hardaningsih Apt, HMSM mengatakan, keamanan pangan disekolah merupakan tanggungjawab pihak sekolah. Untuk itu, pihak sekolah harus mengedukasi para penjaja pangan di sekolahnya.

“Banyak penyakit yang dapat ditimbulkan kalau keamanan pangan tidak dijaga dengan baik,” ungkap Hardaningsih di hadapan peserta Bimtek Keamanan Pangan Sekolah tahun 2019 di S-One Hotel Palembang, Selasa (23/4).

Untuk menjaga keamanan pangan di sekolah, pihaknya menginginkan setiap sekolah membuat Manajemen Keamanan Pangan Sekolah. Dengan demikian, pihak sekolah memanage sendiri jajanan yang dijual di sekolah.

“Kita juga membuat Tim Keamanan Pangan Sekolah yang berasal dari komunitas sekolah itu sendiri. Ketua tim ini bisa mungkin dari Guru UKS-nya dan anggotanya guru-guru serta orang tua siswa juga harus dilibatkan,” papar Hardaningsih.

Menurut Hardaningsih, program PJAS sudah dicanangkan pada 2011 lalu oleh Wakil Presiden Budiono, yang pada saat itu disasar pada SD. Saat ini program PJAS selain SD juga disasarkan untuk SLTP dan SLTA baik sekolah negeri maupun swasta. Dengan membuat Sistem Manajemen Keamanan Pangan Sekolah (SMKPS), sekolah dapat secara mandiri menjaga dan melakukan pengawasan keamanan pangan di sekolahnya.

“Target tahun 2019 BBPOM di Palembang akan memberikan bimbingan teknis kepada 989 sekolah di seluruh kabupaten/kota dalam Provinsi Sumsel,” pungkasnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya