oleh

Breaking News: Ratusan Pekerja Pertamina Gelar Aksi di RU III Plaju

-Headline-192 views

Ratusan pekerja Pertamina RU III  pagi ini, Kamis (25/7/2019) menggelar aksi di depan kilang Pertamina Refenery Unit 3 (RU3) Plaju.

Mereka menolak  pengolahan LNG di berikan Kepada PGN. Aksi depan kilang minyak RU III Plaju Palembang.

Serikat Pekerja Pertamina Bersatu menolak rencana pengalihan bisnis gas PT Pertamina kepada Perusahaan Gas Negara (PGN).

Rencana itu mendapat tentangan keras karena hampir separuh saham PGN dikuasai oleh publik. Pekerja mengancam akan melakukan aksi mogok kerja jika tuntutan tak dipenuhi.

Dalam aksinya, mereka menolak dengan keras pengalihan bisnis LNG dari Pertamina ke PGN.

Ratusan pekerja  menyampaikan orasi mengenai penolakan pengalihan bisnis LNG. Menurut mereka, pengalihan bisnis LNG dari Pertamina ke PGN bisa merugikan negara dan menguntungkan perusahaan swasta/asing.

‘’Bisnis LNG 100 persen harus tetap untuk negara,’’  tegas perwakilan pekerja saat orasi. 

Jika bisnis LNG diserahkan kepada PGN, maka keuntungan negara hanya 56,96 persen. Sedangkan keuntungan sisanya yang mencapai 43,04 persen akan dimiliki oleh publik (pengusaha swasta/lokal/asing).

Hal itu dikarenakan 43,04 persen saham di PGN merupakan milik publik (pengusaha swasta/lokal/asing).

Bisnis LNG merupakan bisnis masa depan perusahaan yang harus dijaga eksistensinya. Dengan demikian, negara akan mendapatkan 100 persen keuntungan yang digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Peserta aksi menuntut kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk mempertahankan proses bisnis LNG pada Pertamina.

Pasalnya, dengan dipegang oleh Pertamina, maka 100 persen keuntungannya untuk negara karena sahamnya 100 persen milik negara.

Selain itu, meminta kepada menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan Pertamina dapat menyusun program kerja rencana bisnis LNG yang mendukung Security of Supply Nasional, baik jangka pendek ataupun jangka panjang.

Hal itu karena proses bisnis LNG yang bersifat jangka panjang untuk tetap menjaga kedaulatan energi nasional.

‘’Kami juga mendesak pemerintah untuk menghentikan segala upaya pengalihan proses bisnis LNG yang dilakukan melalui Holding Migas ke PGN karena menyebabkan potensi kerugian negara,’’ 

pihaknya akan terus berjuang sampai pemerintah benar-benar tetap mempertahankan bisnis LNG kepada Pertamina. Jika tuntutan itu tidak didengar oleh pemerintah, mereka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran ke Jakarta. (*/jul) 

 

 

Komentar

Berita Lainnya