oleh

Brigade Blacklist 11 Pendaki, Tidak Boleh Naik Gunung Dempo 2 Tahun

Pelanggaran Berat Dilakukan 11 Pendaki yang di Black List

1.    Melanggar surat edaran Kapolres dan pemberitaan BRIGADE Kota Pagaralam, tentang pendakian Gunung Dempo ditutup dari tanggal 30 Desember 2020 s/d 3 Januari 2021
2.    Melanggar Standar Operasional (SOP) pendakian (ilegal)
3.    Melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19
4.    Meninggalkan sampah di kawasan Gunung Dempo
5.    Menerobos jalur pendakian pada saat tutup
6.    Keluar dari jalur pendakian resmi (Rimau)

SUMEKS.CO- PAGARALAM – Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (BRIGADE) Kota Pagaralam melakukan blacklist, kepada 11 orang pendaki Gunung Api Dempo (GAD) yang dianggap Ilegal dan melanggar Standar Oprasional (SOP) pendakian, yang telah ditetapkan oleh BRIGADE Kota Pagaralam.

Ketua BRIGADE Kota Pagaralam Arindi  Jumat (8/1) menuturkan, bahwa 11 orang pendaki tersebut 3 orang diantaranya adalah pendaki asal Kota Pagaralam dan 8 orang pendaki lainnya adalah pendaki dari Provinsi Bengkulu.

Kronologisnya, terang Arindi, pada tanggal 29 Desember 2020 lalu,mereka melakukan registrasi di Posko BRIGADE yang ada di Kampung IV, dan totalnya adalah 6 orang dengan tujuan hanya untuk ngecamp di Kampung IV.

“Namun rupanya mereka ini nekat melakukan pendakian ke GAD, yang pada tanggal tersebut jalur pendakian ditutup berdasarkan imbauan Polres Pagaralam,” terang Arindi.

Arindi melanjutkan, diketahui mereka ini melakukan pendakian pada tanggal 31 Desember 2020, dan mirisnya lagi ternyata jumlah mereka ternyata tidak sesuai dengan yang di registrasi di Posko BRIGADE yang melapor 6 orang, yang  ternyata jumlahnya ada 11 orang.

Arindi menambahkan, diketahuinya hal ini setelah ada orangtua salahsatu dari mereka yang melapor ke Posko BRIGADE, bahwa anaknya sudah beberapa hari tidak pulang dan memberikan kabar.

Jika anaknya sudah berada di Shalter I dan II jalur pendakian mau minta untuk dievakuasi. “Atas laporan itulah tim BRIGADE langsung membagi tim menjadi dua untuk melakukan evakuasi,” ujar Arindi.

Dan saat Tim berbagi tugas, kata Arindi, terdengar kabar ternyata mereka turun lewat jalur Tugu Rimau, yang merupakan bukan jalur resmi Dempo (ilegal). “Dan BRIGADE kembali menerjunkan tim ketiga, untuk menjemput kesebelas orang tersebut di Tugu Rimau, ternyata benar adanya kalau mereka ada disana,” terangnya.

Menyikapi kejadian ini, Arindi menegaskan, bahwa apa yang sudah dilakukan kesebelas orang pendaki ini, tidak hanya melanggar peratutan yang ditetapkan oleh BRIGADE. Namun, juga sudah tidak mengindahkan imbauan Polres Pagaralam.

“Dan sebagai sanksi dan tindakkan tegas kesebelasnya di Blacklist, tidak boleh melakuan pendakian selama 2 tahun terhitung 5 Januari 2021 sampai 5 Januari 2023,” pungkasnya. (mud/ald)

 

Komentar

Berita Lainnya