oleh

Budayawan Pencetus Kata Mantan Itu Berpulang

PALEMBANG – Sumsel berduka. Salah satu budayawan asal provinsi tersebut, Ahmad Bastari Suan (73) asal Pagaralam meninggal dunia, Sabtu (26/10) pukul 02.30 WIB di RSI Siti Khadijah.

Bastari, -panggilan akrabnya- sesama aktivis kebudayaan di Palembang meninggal karena penyakit asma yang akut. Selain itu, almarhum juga menderita wasir.

Menurut Awang, putra sulung almarhum, rencananya jenazah dibawa ke RSI Siti Khadijah untuk operasi wasir namun belum sempat dioperasi, setelah dua hari di RS, ayahnya kena stroke hingga akhirnya Allah memanggilnya.
Bastari meninggalkan istiri, sembilan orang anak dan 12 cucu.

Bastari Suan yang lahir pada 27 Agustus 1946 di Dusun Pelajaran, Kabupaten Lahat (Tanah Besemah), Sumsel adalah budayawan yang aktif memikirkan kemajuan kebudayaan di provinsinya, terutama di sukubangsa Besemah.
Bastari betul-betul aktivis kebudayaan yang tidak pernah pamrih. Semua karyanya dipersembahkan untuk kemajuan masyarakat dan kebudayaan.

Sudah banyak karya-karya almarhum yang ditulis dalam bentuk buku, diantaranya: Sistem Morfologi Verba Bahasa Besemah (1985 bersama Zainul Arifin Aliana dkk), Unsur Kekerabatan dalam Tutur Sastra Nusantara di Sumatera Selatan (1996 bersama-sama Zainul Arifin Aliana dkk), Struktur Sastra Lisan Semende (2000 bersama Zainul Arifin Aliana dkk), Struktur Sastra Lisan Aji (2002 bersama Latifah Ratnawaty dkk), Sejarah Besemah (2005 bersama Marzuki Bedur dan Eka Pascal), dan Atung Bungsu (2007 bersama-sama Eka Pascal dan Yudi Herpansi),

Kemudian Besemah: Lampik Mpat Mardike Duwe (2008 bersama Yudi Herpansi dan Eka Pascal), Sastra Tutur Sumatera Selatan (2007 bersama Vebri Alintani dkk), Tata Cara Adat Perkawinan Sukubangsa Besemah di Sumatera Selatan (2007 bersama-sama EK Pascal dan Vebri Al-Lintani), Sastra Tutur Sumatera Selatan; Sasrtra Tutur Besemah (2014, bersama-sama Vebri Al Lintani dan Yudi Herpansi). Pada saat ini sedang menyiapkan buku “Aturan Betutugh Base Besemah”, “Cerita Rakyat Besemah”, dan lain-lain.

Selain itu, pengusul kata ‘mantan’ menjadi salah satu kota kata bahasa Indonesia ini, sejak 1974 bekerja sebagai wartawan di surat kabar Gema Pancasila di Palembang. Mulai 1976, guru pada beberapa sekolah menengah. Sejak 1980 ikut kegiatan penelitian-penelitian bahasa dan sastra Indonesia dan daerah di Sumsel. Tahun 1981, PNS pada Kantor Wali Kota Palembang hingga pensiun tahun 2002. (ril/dom)

Komentar

Berita Lainnya