oleh

Budi Karya: Usai Cek Rapat Dulu Proyek Pelabuhan Tanjung Carat Ini, dibangun Pemerintah atau Swasta?

Sumeks.co – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi meninjau lokasi rencana pembangunan pelabuhan internasional Tanjung Carat di sambut antusias Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dan Bupati Banyuasin H Askolani.

Pengecekan lokasi yang dilakukan Menteri Perhubungan itu, datang ke Pelabuhan Tanjung Siapi-api dengan menggunakan helikopter mewah bersama Gubernur Sumatera Selatan.

Saat tiba, Budi Karya beserta rombongan langsung disambut dengan Bupati Kabupaten Banyuasin.

Bukan hanya itu, sebagai wujud syukur akan segera dimulainya pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat, yang berada di Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin,penyembelihan sapipun dilakukan H Askolani

“Pak Menteri, kami telah menyiapkan seekor sapi untuk kita potong hari ini, nanti kita akan sama-sama lihat penyembelihannya. Ini sebagai tanda ‘dak urung lagi’ pelabuhan akan dibangun, karena kalau sampai batal, kami minta sapinya dihidupkan kembali” gurau Bupati saat menyambut kedatangan Menteri Budi Karya di Halaman Pelabuhan Barang Tanjung Api-api sebelum menuju lokasi Tanjung Carat, Sabtu (20/2/21).

Setelah itu, Budi Karyapun langsung meninjau titik lokasi Pelabuhan dengan kapal yang telah diperaiapkan.

Sesampai dititik lokasi secara bersama mereka mengecek data peta dan lainnya di perairan wilayah Tanjung carat yang masih dipenuhi tanaman Mangrove itu.

Kemudian, mereka kembali lagi ke Pelabuhan Barang Tanjung Api-api dan acara adat pemotongan sapi digelar.

Seperti yang telah menjadi adat kebiasaan masyarakat setempat sebagai wujud rasa syukur yang begitu besar, masyarakat akan mengupayakan untuk menyembelih hewan ternak berkaki empat baik itu kambing ataupun sapi.

Hal ini karena menu hidangan dengan daging merupakan menu istimewa dibandingkan dengan menu lainnya.

Doa bersama didermaga itupun dilakukan, kepala sapipun dilemparkan ke laut sungsang itu.

” Daging sapi yang telah disembelih dibagikan ke masyarakat sekitar,”kata H Askolani

Sementara itu, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa dari pengecekan hari ini, pada titik lokasi telah dapat dikatakan layak. Dari mulai unsur kedalaman lautnya yang mencapai 15 sampai 20 meter. Lalu tanahnya serta keluasannya.

“Semuanya layak kita targetkan tahun ini dapat dibangun dan selesai di 2023 nanti,”kata Menteri Perhubungan Itu,

Tapi, hasil pengecekan ini harus disampaikan ke pihak lainnya juga. Dan nanti apakah akan dibangun pihak swasta atau pemerintah. Hal itu setelah rapat bersama nantinya.

“Kita rapat dulu nanti hasil rapat baru siapa yang akan mengerjakan proyek ini, investor swasta sudah banyak yang mau,” jelasnya.

Ditambahkan, GuberGubernur Sumatera Selatan H Herman Deru sebelumnya menyampaikan Pemprov Sumsel dapat memastikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin dimulai ditahun ini.

Setelah urusan lahan dan pendananaan prototipe Pelabuhan samudera besar pertama terpecahkan. Termasuk juga masalah permukaan laut yang dangkal, dianggap menyulitkan bagi kapal-kapal besar yang akan bersandar.

“Tahun ini akan dimulai ground breaking (pengerukan.red). Pelabuhan menjadi modal awal beroprasinya KEK TAA sekaligus solusi memajukan ekspor impor kita. Sebab kita ingin KEK ini dapat segera beroprasi, dan bisa mengundang investor, menyakinkan mereka dengan adanya pelabuhan ini,” Kata Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru.

Deru menyerukan, pertentangan banyak pihak yang mempermasalahkan keberadaan pelabuhan di laut dangkal tersebut, bukan menjadi sesuatu hal yang dogmatis lagi. Setelah Presiden melalui Kementerian Keuangan telah menganggarkan Rp 300 miliar dari US$ 64 Juta untuk operasi pengerukan diwilayah seluas 2.170 Ha.

“Jadi begini, ini yang harus kita pahami bersama. Kemarin saya sempat bicara tegas dalam forum. Terusan sungai untuk menggapai laut saja dibuat orang. Nah kita sudah berada di pantai berhadapan langsung dengan samudera. Di Bali itu kapal pesiar di dunia sudah bisa bersandar loh, belum lagi terusan Zeus. Nah kita kapan, makannya ini kita segerakan,” jelas Deru.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS), Ir Sarimuda MT mengatakan butuh kerjasama dan persamaan persepsi dalam pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat ini. Saat dikonfirmasi, Sabtu (13/2).

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan survei kedalaman permukaan laut, hasilnya sesuai dengan regulasi yang diterapkan untuk syarat masuknya kapal besar dengan ukuran lambung sampai 8500 TEUs, bahkan telah mengantongi Rencana induk pelabuhan (RIP) dari Kementerian Perhubungan RI.

“Umumnya diperlukan kedalaman permukaan yang dibutuhkan 14 meter. Pelabuhan Tanjung Carat ini mempunyai kedalaman 19 sampai 21 meter dari sudut terdekat dermaga nantinya, berarti sudah memenuhi syarat. Selama ini kita hanya terkendala biaya, sekarang.(bun)

Komentar

Berita Lainnya