oleh

Buka Akses Jalan, Perusahaan Tutup Aliran Sungai

Tidak Ada Izin, Balai Besar Segera Cek Lokasi

MUARA ENIM – Masyarakat Kecamatan Rambang Niru, menemukan aliran sungai di wilayah Rambang Niru diduga ditutup oleh PT Solid Pelayaran Indonesia (SPI) selaku subkon angkutan alat berat dan matrial PLTU Sumsel 8. Penutupan itu dilakukan untuk akses jalan transportasi membawa alat berat dan matrial PLTU Sumsel 8.

Parahnya lagi, penutupan aliran sungai terjadi di empat lokasi aliran anak sungai dilakukan penimbunan yakni Sungai Niru, Sodong, Birik dan Lengi. Akibat penimbunan aliran sungai tersebut, masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas menyadap karet karena kebun karet tak jauh dari aliran sungai tergenang air.

Permasalahan ini juga sudah dilaporkan masyarakat ke Pemda Muara Enim. Pihak tim 9 Pemda Muara Enim dan DLH bersama masyarakat sudah melakukan investigasi ke lokasi. Dari hasil investigasi itu, aliran anak sungai memang sengaja ditutup untuk akses jalan transportasi PT Solid Pelayaran Indonesia (SPI) mengangkut alat dan material PLTU Sumsel 8. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya.

“Penutupuan aliran sungai yang dilakukan oleh PT Solid Pelayaran Indonesia (SPI) itu sudah menyalahi aturan. Penutupan aliran sungai itu dilakukan bulan Oktober 2020 di empat lokasi aliran sungai Niru, Sodong, Birik dan Lengi, sebagian aliran sungai ditutup untuk membangun jembatan. Dan parahnya lagi, Sungai Lengi dan Niru ditimbun alias tutup abis untuk membuat akses jalan,” ujar Tokoh Pemuda Rambang Niru, Muslim kepada awak media ini, Rabu (20/1).

Akibat dari penutupan sungai yang dilakukan PT Solid Pelayaran Indonesia (SPI). Aktivitas dan perekonomian masyarakat juga terdampak. Sebab masyarakat tidak mendapat ke kebun menyadap karet untuk memenuhi kebutuhan sahri-hari. Penutupan aliran sungai itu, kata dia, sangat merugikan masyarakat setempat.

Selain itu, kata dia, dampak lainnya akses jalan desa mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan PT Solid Pelayaran Indonesia (SPI) yang mengangkut alat dan material tonasenya mencapai puluhan ton. “Untuk itu, kita meminta kepada perusahaan untuk bertanggungjawab terhadap pengerusakan lingkungan aliran sungai. Apalagi saat ini musim penghujan dikhawatirkan bakal terjadi banjir bandang akibat dampak penutupan empat lokasi aliran sungai,” tegasnya.

Dijelaskannya, perusahaan tersebut untuk mengangkut alat berat dan material ke Sumsel 8 melalui Kampung Trans Bali, Alir Talas, Air Nau (Lokasi Jalan MHP), Gumawang, Suban Jariji, perbatasan Rambang Niru menujuh Darmo dan Tanjung Agung. “Kondisi jalan Desa Alir Talas sudah hancur. Kemudian aliran Sungai di Deda Gumawang dan Suban itu ditimbun habis sehingga kebun warga terendam banjir,” katanya.

Lanjutnya, dirinya bersama masyarakat akan melaporan persoalan tersebut ke Gubernur Sumatera Selatan, DLH Provinsi, Walhi, Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII dan Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Dirjen Sumber Daya Air. “Akan kita laporkan ke tingkat provinsi dan kementerian,” tegas Muslim.

Terpisah, Sekretaris Rekomtek Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Ir Najamudin ketika dikonfirmasi menjelaskan, Rekomtek PT Solid Pelayaran Indonesia (SPI) hanya untuk pembangunan dermaga. “Ada, tapi rekomteknya untuk pembangunan dermaga,”katanya.

Untuk manfaatan aliran sungai dan membendung sungai, kata dia, harus ada izin dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Dirjen Sumber Daya Air. “Kalau memanfaatkan sungai dan membendung sungai belum ada usulannya,” jelasnya.

Dikatakanya, aktivitas yang berada aliran sungai harus mengantongi izin. Apabila perusahaan tidak mengantongi izin dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Dirjen Sumber Daya Air, jelas sudah menyalahi aturan dan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan.

“Kita akan segera turun ke lokasi dan memanggil perusahaan yang melakukan penututupan aliran sungai tersebut. Kita akan berikan tindakan tegas terhadap perusahaan dan meminta untuk distop dan lakukan normalisasi aliran sungai,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu staf PT Solid Pelayaran Indonesia, Adanan ketika dikonfirmasi melalui via telpon dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut. “Saya tidak tau dan kurang ngerti pak. Enggak ditutup, lagian ngapain kita tutup aliran sungai. Saya hanya staf pak mangkanya tidak tau, nanti saya coba konfirmasi ya,” ujarnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya