oleh

Buka Forestival WALHI, HD: Saya Tidak Ingin Eksploitasi Hutan Dilakukan Semaunya

SUMEKS.CO – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, resmi membuka kegiatan Forestival Sumatera Selatan dengan tema “Mendorong Kebijakan Sektor Lingkungan Hidup yang Berkeadilan dan Lestari di Sumatera Selatan” diselenggarakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumsel di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (22/1).

Melalui kegiatan itu, Herman Deru mengharapkan, agar menghasilkan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan kabupaten/kota se-Sumsel tentang pengelolaan lingkungan hidup.

“Kita butuhkan rekomendasi dari kegiatan seperti ini. Tetapi, saya inginkan rekomendasi yang benar-benar detail. Misalnya apa yang harus dilakukan disetiap daerah-daerah yang tentu memiliki permasalahan tentang lingkungan yang berbeda,” pintanya.

Lebih lanjut, Herman Deru menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya Forestival Sumatera Selatan yang dilakukan WALHI Sumsel bersama mitra SETAPAK (Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Perbaikan Tata Kelola) diantaranya The Asia Foundation, Hutan Kita Institute (HaKI), Pilar Nusantara, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang dan Perkumpulan Lingkar Hijau.

“Satu tahun lebih saya jadi Gubernur. Saya ingat sudah terlibat langsung empat kali kegiatan WALHl. Jadi hampir setiap triwulan kegiatan WALHI selalu saya hadiri. Ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel terkait lingkungan hidup,” ujarnya.

Dia mengatakan, diberbagai kesempatan selalu menyuarakan upaya untuk memperbaiki lingkungan dan menjaganya karena hal itu sudah menjadi tugas kita semua. Herman Deru mencontohkan alam Sumsel yg sudah “dijamah” manusia sejak zaman dahulu, sehingga sejak itulah eksploitasi dilakukan.

“Dimoment ini saya mengajak untuk menghentikan perusakan lingkungan dan mari kita jaga bersama. Kita harus lebih agresif terutama menghentikan laju eksploitasi lingkungan, karena saya tidak ingin eksploitasi hutan dilakukan semaunya,” tegas Deru.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menjaga kelestarian lingkungan diantaranya dengan menginstruksikan agar dalam pembuatan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) harus benar-benar dilakukan penelitian terlebih dahulu. Kemudian, dia juga memberikan contoh lainnya yaitu ada 63 perusahaan tambang di Sumsel yang ditutup karena tidak mau melalukan reklamasi.

“Mari bersama kita memikirkan rekomendasi tersebut, termasuk rekomendasi ke masyarakat karena kita ingin mengajak masyarakat juga mampu menjadi pengawas dan perduli terhadap lingkungan sekitarnya,” ditambahkan Herman Deru.

Direktur WALHI Sumsel, M Hairul Sobri mengatakan, pihaknya bersama mitra SETAPAK lainnya telah melakukan berbagai upaya dalam menjaga lingkungan hidup diantaranya mendorong peningkatan kapasitas dan monitoring terhadap advokasi kasus-kasus lingkungan hidup, melakukan pendampingan hukum kepada masyarakat, kemudian mendorong jaringan nasional dan internasional untuk melakukan upaya monitoring hingga akar rumput untuk advokasi berkelanjutan.

“WALHI Sumsel juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Gubernur Sumsel yang telah melakukan monitoring perizinan perusahaan dan tidak mengeluarkan izin baru terkait HTI dan tidak memperpanjang izin perusahaan yang bermasalah,” ungkapnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya