oleh

Buka Posko Konsultasi Kades

BANYUASIN – Kejaksaan Negeri Banyuasin membuka Posko Konsultasi kepada Kepala Desa se–Kabupaten Banyuasin. “Posko ini berada di Kantor Kejaksaan Negeri Banyuasin,”kata Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin Mochamad Jeffry Rudy SH M Hum.

Pembukaan Posko Konsultasi Kepada Kelapa Desa se–Kabupaten Banyuasin itu sendiri bertujuan untuk percepatan serapan dana desa. “Pastinya untuk rangka percepatan serapan dana desa yang ada di Banyuasin,” bebernya didampingi Kasi Intel Arie Apriansyah SH.

Diakuinya kalau masih ditemukan adanya oknum kepala desa yang lalai dan ragu. Dalam menggunakan dana desa itu yang dikucurkan oleh pemerintah pusat itu.”Karena seringkali didapatkan ada oknum kepala desa yang lalai dan ragu menggunakan dana desa. Sehingga adanya posko ini. Karena itu tadi, ada yang belum memahami mengenai managemen keuangan dalam mengelola dana desa,”tuturnya.

Maka dari itu, dengan pembukaan posko ini kepala desa dapat berdiskusi dan berbincang–bincang. Mengenai penggunaan dana desa dan lain sebagainya dengan pihak Kejaksaan Negeri Banyuasin. Bahkan pihaknya akan melakukan kunjungan ke setiap desa–desa yang ada di wilayah Banyuasin. Dengan program jaksa turun langsung ke desa – desa.

“Itu juga akan kita berlakukan,”ungkapnya.

Mengapa sampai dibuka posko konsultasi kepada kepala desa. Jeffry mengungkapkan kalau dana desa itu bertujuan untuk memakmurkan masyarakat desa. Jadi harus dilaksanakan dengan baik, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Lebih lanjut. Jeffry menerangkan. Kejaksaan Negeri Banyuasin dalam menangani suatu persoalan lebih focus pada pencegahan.”Kita lebih focus pada pencegahan, tapi tidak menutup kemungkinan akan penindakan,”imbuhnya.

Tapi jika upaya pencegahan telah dilaksanakan, dan tidak ditaati secara hukum oleh oknum tersebut.”Terpaksa kita tindak,”pungkasnya.

Seperti diketahui, tiap tahun anggaran dana desa untuk 288 desa yang diterima terus meningkat. Yaitu pada tahun 2015 lalu dana desa dikucurkan sekitar 80.574.536.000. Tahun 2016 dikucurkan Rp 180.639.025.000. Tahun 2017 sebesar Rp 230.005.921.000. Dan pada tahun 2018 ini dikucurkan mencapai Rp 253.420.207.000. Tahun 2019 ini mencapai Rp 299 Milyar.(qda)

Komentar

Berita Lainnya