oleh

Buka Rivalitas U-22, Timnas Kontra Myanmar

-Sportainment-1.013 views

JAKARTA – Timnas Indonesia U-22 optimistis bisa membuka rivalitas di Grup B Piala AFF U-22 2019 dengan tiga angka.

Misi itu akan diwujudkan saat Samuel Christianson dkk melawan Myanmar di Stadion Nasional, Kamboja, Senin sore (18/2).

Keyakinan itu kian menebal setelah membaca karakter permainan lawan dan telah disiapkan peredamnya.

Racikan meredam agresivitas permainan Myanmar akan terpapar live di RCTI pukul 15.30 WIB.

Aksi itu dimatangkan saat Timnas U-22 melakukan persiapan terakhir di AUPP stadium, Minggu pagi (17/2).

“Kami siapkan pola permainan melawan Myanmar yang kerap menggunakan long ball. Jangan biarkan lawan memainkan bola terlalu lama,” terang Coach Timnas U-22 Indra Sjafri sebagaimana dilansir situs resmi PSSI.

“Kami juga sudah siap menekan dari awal dengan gaya khas kami,” terang Indra lagi.

Ditegaskan arsitek asal Padang, Sumatera Barat ini bahwa Timnas Indonesia U-22 sudah jauh-jauh terbang ke Kamboja hanya untuk satu tujuan, menang.

Ini juga yang harus disadari semua elemen, khususnya pemain.

“Kami jauh-jauh ke sini tentu targetnya menang. Mudah-mudahan pertandingan bisa berjalan lancar dan kita bisa meraih hasil positif besok,” tegas mantan arsitek Bali United.

“Saya yakin turnamen ini sangat bagus untuk menyiapkan tim menuju kualifikasi Piala Asia dan SEA Games,” tukasnya.

Salah satu gelandang Timnas Indonesia U-22, Gian Zola, juga menegaskan bahwa rekan-rekannya sudah solid mengamankan tiga angka perdana di Piala AFF U-22.

Konsentrasi juga dipercaya dibutuhkan agar misi menabung tiga angka perdana terwujud.

“Pertandingan pertama menentukan langkah berikutnya. Karena itu, kita semua sudah sepakat untuk fokus agar mendapatkan hasil positif agar kedepannya bisa lebih mudah,” jelasnya.

Di Piala AFF U-22, Indonesia tergabung di Grup B bersama Malaysia dan tuan rumah Kamboja selain Myanmar. Sementara di Grup A ada Thailand, Vietnam, Timor Leste, dan Laos. Dua tin teratas berhak tiket ke semifinal.

Menghadapi situasi ini, Pelatih Myanmar Velizar Popov mengaku tidak punya banyak waktu adaptasi dengan anak asuhnya.

Dia hanya memegang tim dua pekan sebelum pertandingan ini. Namun situasi ini tidak serta membuatnya santai. Begitu juga anak asuhnya.

“Saya baru dua minggu bersama pemain dan langsung dihadapkan pada persaingan yang kompetitif. Tapi tidak ada ampunan di sepak bola,” ujarnya.

“Ketika sudah di lapangan, para pemain harus menunjukkan kemampuan terbaik,” tukasnya sebagaimana dilansir situs resmi AFF. (kmd)


Komentar

Berita Lainnya