oleh

Bukan Perempuan, Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi Ternyata Pria

JAKARTA — Korban perekaman diam-diam di hotel kapsul Bobobox di Jakpus ternyata pria (sebelumnya tertulis perempuan). Dia mengungkap kronologi pelecehan seks ini. Korban menyampaikan peristiwa pelecehan seksual ini lewat utas di akun Twitter.

Korban, yang merupakan seorang pria, mengaku syok karena baru pertama kali merasakan menjadi korban pelecehan di tempat publik. Lokasi pelecehan ini terjadi di hotel kapsul Bobobox Pods Tanah Abang, Kelurahan Petojo, Gambir, Jakarta Pusat.

Di utas tersebut, dia juga menuliskan kronologi insiden pelecehan seksual. Pada 12 Mei 2021, pukul 10.25-10.28 WIB, dia mandi di kamar mandi pria lantai 5 blok E, tepatnya di bilik kedua atau tengah.

Kamar mandi di sini bertipe shared bathroom alias kamar mandi dalam satu ruangan, namun dengan banyak bilik. Pukul 10.29-10.30 WIB, saat sedang mandi, korban mendengar ada orang yang mengetuk dan mendorong pintu kamar mandinya.

Pukul 10.31-10.35 WIB, korban mandi, tanpa busana. Tiba-tiba ada tangan dan ponsel pintar warna biru/ungu tua muncul dari celah tembok kamar mandi. Korban meneriaki pelaku, pelaku kabur.

Pukul 10.37-10.38 WIB, korban keluar dari bilik. Pintu kamar mandi utama tertutup rapat meski biasanya terbuka. Pelaku sudah tidak ada di lokasi. Pukul 10.40-10.45 WIB, korban check out dari hotel.

Setelah mengalami peristiwa perekaman saat mandi itu, korban langsung keluar dan mencari perekam. Tak ada orang di kamar mandi. Dia mencoba mendapatkan CCTV, namun dia tidak mendapatkannya.

“Dan gue bener ngerasa kesel juga masa iya sih perusahaan hotel sefamous ini gak mau buka CCTV untuk kasus darurat pelecehan,” kata dia. Dia melapor ke resepsionis. Akhirnya, dia bikin surat laporan mandiri dengan kertas dan pulpen.

Komentar

Berita Lainnya