oleh

Bukti Tetap Seksi tanpa Pengaturan Skor

JAKARTA – Arema FC dan Milomir Seslija ukir sejarah di Piala Presiden. Ini setelah mereka mencatatkan diri sebagai protagonis di turnamen pramusim tahun ini. Baik Arema FC maupun Milomir Seslija masing-masing koleksi dua trofi di turnamen ini.

Trofi pertama mereka koleksi pada Piala Presiden 2017. Saat itu Arema juara setelah kalahkan Pusamania Borneo FC dengan skor 5-1. Sementara tadi malam, trofi kedua diraih usai kalahkan Persebaya Surabaya dengan kedudukan 2-0. Dua gol Arema pada leg kedua final Piala Presidendi 2019 di Stadion Kanjuruhan Malang itu diukir Ahmad Nur Hardianto (43′) dan Riky Kayame (90+2′).

Atas capaian ini Arema berhak hadiah Rp3,5 miliar. Sementara Persebaya Surabaya sebagai runner up membawa pulang hadiah sebesar Rp2,35 miliar. Kemudian untuk pemain terbaik digondol Hamka Hamzah dan berhak atas uang Rp200 juta serta piala. Adapun top skor turnamen ini diraih tiga pemain dengan masing-masing koleksi lima gol, yaitu Manuchehr Jalilov dan Bruno Matos. Keduanya mendapatkan sepatu emas dan uang Rp150 juta. Kemudian peringkat ketiga masing-masing Madura United dan Kalteng Putra dapatkan hadiah Rp825 juta.

“Pertandingan sangat seru, sportif, dan didukung suporter sangat aremania. Malam ini merupakan kebahagiaan kita semua kita bisa selesaikan Piala Presiden, insyaAllah aman, damai, dan tertib sampai semuanya aremania kembali ke tujuan masing-masing. Saya ucapkan selamat kepada Arema FC, sebagai pemenang Piala Presiden 2019,” ungkap Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang datang mewakili Presiden RI Joko Widodo.

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait mengapresiasi kesuksesan pelaksanaan Piala Presiden 2019. Ini adalah turnamen keempat berturut-turut yang tidak memakai uang negara alias APBN. Sumber dari pendanaan turnamen berasal dari sponsor. Emtek membeli hak siar dengan nilai Rp40 miliar. Kemudian Bukalapak Rp11 miliar, Lee Minerale Rp5 miliar, Kuku Bima Rp5 miliar, Indofood Rp5 miliar, lalu beberapa sponsor lainnya jika diakumulasi bernilai Rp12 miliar. Total pemasukan dari sponsor Rp78 miliar. Sementara biaya pelaksanaan diprediksi menyedot Rp47,5 miliar.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, turnamen ini dilaksanakan secara transparan. Keuangan juga diaudit oleh auditor independen. Sampai saat ini pendapatan tiket mencapai Rp18,358 miliar,” ungkap Ara, sapaan karib Maruarar Sirait.

Yang tak kalah penting, lanjut Ara, pelaksanaan Piala Presiden bisa menjadi awal baik dibangunnya sportivitas. Sepak bola juga tetap seksi tanpa settingan juara. Ini dibuktikan dengan penuh nya stadion Kanjuruhan yang diisi 42 ribu penonton. Itu belum penonton di televisi. Ratingnya juga tinggi.

“Kita juga buktikan bahwa sepak bola bisa hidup tanpa pengaturan skor, tanpa mafia bola, tanpa APBN bahkan sponsor berbondong-bondong mendukung pelaksanaan Piala Presiden. Inilah industri sepak bola. Kita bangun dengan fair play dan tanpa pengaturan skor,” tukas Ara.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya