oleh

BUMN Bakal Kelola SFC

PALEMBANG – Momen kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno ke Palembang, Minggu (19/2). Rupanya mendapat berkah tersendiri bagi klub Sriwijaya FC. Pasalnya, pada momen tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru yang hadir  menawarkan pengelolaan klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut. Kepada Menteri untuk dikelola oleh salah satu BUMN yang berada dibawah naungannya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru yang dibincangi wartawan mengatakan. Pihaknya belum bisa memastikan BUMN mana yang akan mengelola Sriwijaya FC. “Kalau saya kasih tahu bukan kejutan namanya. Saya kan janji tanggal 20 (Februari) nanti ada kejutan. Nah, tunggu saja,” ujar Deru saat dibincangi.

Deru menjelaskan pada prinsipnya, Menteri BUMN meyetujui jika klub Sriwijaya FC bisa dikelola BUMN. “Setelah saya ceritakan masaah Sriwijaya FC. Bu Rini setuju jika dikelola BUMN. Tinggal lagi proses yang harus dilalui cukup panjang,” katanya.

Kondisi tersebut tentunya tidak bisa langsung membantu suntikan dana bagi SFC. Apalagi saat ini, kompetisi masih terus berjalan. “Sudah ada satu BUMN yang tertarik. Kita sudah hubungi dan ada yang setuju,” ungkap Deru tanpa menyebut BUMN yang dimaksud.

Masih kata Deru, pertimbangannya saat ini keseriusan BUMN untuk mengelola Laskar Wong Kito. Meski ini merupakan salah satu cara menyelamatkan Sriwijaya FC. Namun ia enggan jika proses pengelolaannya malah kurang profesional dan malah membuat SFC terpuruk.

“Yang perlu didalami apakah dia hanya sekedar mengambil alih tapi tidak dipelihara. Itu tidak bagus juga,” ungkapnya. Ia mencontohkan seperti nasib klub Semen Padang FC. Dimana posisinya juga terdegradasi musim lalu. “Seperti Semen Padang kan belum juara juga,” ucapnya.

Sementara saat ditanya apakah BUMN yang dimaksud PT Pertamina atau PT Pusri, Deru enggan membeberkannya. “BUMN kan banyak. Bisa Citilink, PT Semen Baturaja. Bukan hanya Pertamina saja. Pokoknya tanggal 20 saja,” bebernya.

Di tempat yang sama, Sekda Sumsel H Nasrun Umar saat dimintai tanggapannya. Terkait rencana Gubernur untuk Sriwijaya FC enggan memberikan komentarnya. Ia pun menepis jika nantinya diberikan amanat lagi untuk memanajeri klub yang bemarkas di Stadion Jakabaring tersebuts. “Sepenuhnya tadi kan sudah dijawab Gubernur. Kalau saya tidak mau komentar. Ke Gubernur saja. Saya juga tidak mungkin memanajeri SFC lagi. Di Indonesia, kluba mana yang manajernya Sekda,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Berita Lainnya