oleh

Bunga Masih Dibawah Umur, Idro Terancam 15 Tahun Penjara

PRABUMULIH – Malang nian nasib Bunga (17 tahun, bukan nama sebenarnya, red), pelajar SMA itu harus hilang keperawanannya usai disetubuhi Idro (45), teman dekatnya, warga Desa Alai, kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.

Karena perbuatannya itu, Idro pun ditangkap oleh pihak keluarga korban lalu selanjutnya guna mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut Idro diserahkan ke Polres Prabumulih, Kamis (18/6) sekira pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, perbuatan bejat yang dilakan Idro berawal dari saat pria yang berprofesi sebagai petani karet itu mengajak korban ke Prabumulih, pertengahan Maret 2020 lalu.

Korban yang merasa kenal dengan pelaku pun akhirnya menuruti ajakan tersebut.

Berdua berboncengan sepeda motor, keduanya berangkat menuju Kota Prabumulih. Setibanya di kota nanas, tepatnya di Jalan Lingkar Timur Kota Prabumulih, pelaku membujuk korban untuk melakukan hubungan layaknya suami isteri.

Namun ketika itu, ajakan pelaku ditolak korban.

Mendapati penolakan tersebut, Idro terus melakukan bujuk rayu terhadap pelajar yang masih lugu itu hingga akhirnya korban terbuai dengan iming-iming uang Rp500 ribu.

Pelaku sukses memperdaya korban dan merenggut keperawanannya.

Setelah puas menyetubuhi korban, pelaku mengantar korban pulang ke rumahnya.

Setibanya di rumah, korban menyesali perbuatannya yang telah termakan bujuk rayu pelaku.

Di rumah korban sering terlihat termenung, perubahan sikap itu membuat pihak keluarga curiga lalu menanyakan apa yang telah terjadi.

Korban pun menceritakan apa yang telah dialaminya itu, mendengar pengakuan korban orang tua korban menjadi berang lalu mencari pelaku.

Hingga akhirnya, pelaku berhasil diamankan dan diserahkan ke Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya melalui kasat reskrim, AKP Abdul Rahman membenarkan pihaknya tengah menangani perkara dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur tersebut.

“Pelaku diserahkan oleh pihak keluarga kepada kita Kamis (18/6) pukul 20.00 WIB,” sebutnya.

Lebih lanjut, Rahman mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pelaku.  “Kasusnya masih kita dalami.

Jika memenuhi unsur pidana maka tersangka akan dijerat Pasal 81 ayat 1 dan 2 Juncto pasal 76 E undang-undang RI nomoe 35/2014 perubahan undang-undang RI nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya