oleh

Bupati Aceh Singkil dan Istri Positif Covid-19

SUMEKS.CO – Bupati Aceh Singkil Dulmusrid bersama istri, Atmah, terkonfirmasi positif Covid-19 sesuai hasil tes usap yang dilakukan tim Laboratorium Penyakit Infeksi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Mereka selanjutnya menjalani isolasi mandiri.

”Benar, Bapak Bupati dan Ibu terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil Khaldum seperti dilansir dari Antara di Meulaboh, Aceh Barat.

Dia menjelaskan, hingga saat ini Bupati Dulmusrid bersama istri, Atmah, sudah menjalani isolasi mandiri di Singkil. Selain itu, Bupati Dulmusrid juga masih mengikuti petunjuk medis usai dikonfirmasi positif Covid-19.

Dia menambahkan, ajudan dan para staf yang sehari-hari dekat secara fisik dengan pimpinan daerah itu juga menjalani isolasi secara mandiri. Pihaknya juga mengimbau masyarakat terus meningkatkan imunitas tubuh dan yang paling penting senantiasa memanjatkan doa sehingga selalu berada dalam lindungan Allah SWT. ”Kepada teman-teman agar tetap tenang dan menjaga kesehatan. Ikuti protokol kesehatan. Semoga Allah SWT memberikan keselamatan untuk kita semua,” kata Khaldum.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Razali dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi positif terinfeksi Covid-19. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Unsyiah Safrizal Rahman membenarkan kabar duka dari kalangan civitas akademika itu menyusul meninggalnya  Razali pada Salasa (11/8). ”Iya benar meninggal dunia. Wakil dekan FKH Unsyiah dalam kondisi positif Covid-19,” kata Safrizal.

Dia menjelaskan, Razali meninggal dunia di kediamannya saat pihak keluarga bersiap hendak membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh guna menjalani perawatan medis. ”Belum sempat dibawa ke rumah sakit, dia sedang disiapkan mau ke rumah sakit tapi terlanjur meninggal,” kata Safrizal.

Menurut Safrizal, almarhum Razali terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (10/8) berdasar pemeriksaan sampel swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unsyiah. Selama ini, wakil dekan hanya beraktivitas di kampus, dengan kondisi sehat.

GTPP Covid-19 Unsyiah akan melakukan tracing terhadap pihak-pihak yang kontak erat dengan almarhum, termasuk istrinya yang bekerja di Fakultas Pertanian Unsyiah. Dekan FKH Unsyiah Teuku Reza Ferasyi mengatakan, jenazah Razali telah dimakamkan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. ”Selain Razali, di FKH juga terdapat seorang tenaga kependidikan (tendik) yang positif Covid-19,” ujar Teuku Reza Ferasyi. (antara)

Komentar

Berita Lainnya