oleh

Bupati Ini Malam Senin dan Jumat Nginap di Kantor Camat

MURATARA – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), gerak cepat bangun komunikasi kejar ketertinggalan daerah. Dalam beberapa waktu terakhir, Pemda Muratara melakukan komunikasi ke beragam pihak. Seperti di tingkat kabupaten, Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat.

Bupati Muratara, H Devi Suhartoni Kamis (11/3) menyampaikan, untuk mengatasi predikat Daerah Tertinggal, Termiskin dan IPM terendah. Dalam beberapa waktu ini, dia akan terus berada di luar daerah dan menyerahkan masalah pemerintahan ke wakil Bupati dan sekretaris daerah.

Dia saat ini tengah melakukan beragam presentasi ke Pemerintah Provinsi maupun ke pemerintah pusat. Kondisi itu tidak bisa dihindari, mengingat saat ini Kabupaten Muratara masih banyak memerlukan perhatian dari beragam pihak dan alami krisis anggaran.

H Devi Suhartoni dan tim OPD Pemda Muratara, awalnya sudah melakukan presentasi ke Gubernur Sumsel. Mereka memaparkan tentang pembangunan prioritas Kabupaten Muratara seperti pembangunan jalan, jembatan, pasar, terminal dan rest area.

“Harapannya agar Kabupaten Muratara bisa lebih baik lagi kedepan. Bisa setara dengan Kabupaten lain walau kita masih dikatakan daerah otonomi baru. Jadi harus banyak banyak berkoordinasi,” ujarnya.

Pemda Muratara meminta Gubernur Sumsel, H Herman Deru agar dapat memberi arahan, serta bantuan APBD Provinsi Sumsel 2021. Agar pembangunan prioritas dikabupaten Muratara dapat terwujud.

Mengingat, di 2020 kabupaten Muratara mempunyai beban hutang kepada pihak ke tiga, sebesar Rp192 Milyar, dan APBD Muratara tidak lagi Rp1,1 triliun.

”Meski APBD Muratara tidak lagi mencapai Rp1,1 triliun, namun kami tidak akan menyerah. Kami harus berjuang, supaya Pembangunan yang kita cita-citakan bisa terwujud,” tegasnya.

Tidak hanya membangun sinergi di tingkat atas. Untuk memperlancar komunikasi di tingkat bawah, Bupati Muratara menyiapkan waktu khusus bagi masyarakat. Yakni tiap malam Jumat dan malam senin, secara langsung dia akan menginap di kantor Kecamatan di wilayah Muratara.

“Saya akan menginap dikantor camat tiap malam Jumat atau malam Senin. Jadwal nanti akan disebar dan masyarakat bisa ketemu saya di sana, jadi bisa menyampaikan aspirasi secara langsung,” tegasnya.

Sementara itu, respon dari masyarakat Muratara, mengenai kinerja Bupati-wkil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni-Ustad Inayatullah cukup beragam. Seperti yang disampaikan Andi warga Kecamatan Rupit, Muratara.

“Masyarakat menuntut perubahan di bidang ekonomi dan kesejahteraan sesuai tujuan pemekaran Kabupaten Muratara,” ucapnya. Sementara itu, tokoh masyarakat Muratara H Muhammad Ibrahim mengomentari, Muratara sangat memerlukan perubahan dan perbaikan terutama di bidang pendidikan, birokrasi, infrastruktur dasar, ekonomi dan lainnya.

“Dengan komunikasi yang lebih baik diharapkan Muratara ini bisa lebih cepat mengejar ketertinggalan. Langkah yang diambil Pemda saat ini sudah tepat,” ucapnya.

Dia mengatakan, untuk membangun daerah tidak hanya selalu mengandalkan APBD. Namun diperlukan suport dari beragam pihak, seperti Pemprov Sumsel, pemerintah pusat dan pihak lainnya.

Selaku tokoh pemekaran Muratara, dia meminta, agar pemerintah daerah tetap konsisten menjaga transparansi publik terkait program pembangunan. Serta melakukan pengawasan ketat terhadap hasil pembangunan yang telah dicapai.

“Pembangunan dilakukan dengan sekala prioritas. Pembangunan harus benar benar berkualitas dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya, (cj13)

Komentar

Berita Lainnya