oleh

Bupati ini Minta Masyarakat-RS Siapkan Tabung Oksigen

SUMEKS.CO, LAHAT – Unit Pidsus Satreskrim Polres Lahat melakukan pendataan ketersediaan tabung dan harga isi tabung oksigen di wilayah kabupaten tersebut, Kamis (29/7).

Informasi dihimpun, anggota Unit Pidsus mengecek di tiga tempat, yakni CV Dwi Karya (distributor), CV Kenangan Lematang, dan Klinik dr Rita.

“Untuk ketersediaan tabung oksigen untuk saat ini masih tidak ada kendala,” ujar Kapolres Lahat AKBP Ahmad Gusti Hartono SIK  melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawi H Barmawi disampaikan oleh Ipda Chandera Kirana SH MH, Kamis (29/7).

Dijelaskannya, hasil pantauan, harga isi ulang tabung oksigen masih stabil yakni Rp110 ribu/tabung besar (50kg) dan Rp70 ribu/tabung kecil. “Untuk pengisian dilakukan di daerah Tanjung Enim, Kabupaten Muara enim,” ungkap Chandera.

Lanjutnya, yang menjadi kendala adalah pengurangan kuota isi tabung oksigen (liquid) yang dikurangi dari agen yang berada di Tanjung Enim. Dikarenakan diprioritaskan untuk kebutuhan rumah sakit dan Faskes dalam menangani pandemi COVID-19.

“Selain pendataan kita juga menghimbau kepada agen atau pihak terkait agar menjual dengan harga HET. Apabila ada masyarakat yang menemukan atau mengetahui adanya kelangkaan, penimbunan atau penjualan oksigen maupun tabung tidak sesuai harga het/janggal, silahkan menginformasikan ke kami,” ujarnya. “Melakukan penimbunan obat- obatan dan oksigen terancam pidana 12 tahun penjara”.

Terpisah, rapat koordinasi terkait ketersedian obat-obatan dan oksigen digelar di ruang Opprom Pemkab Lahat. Diungkapkan Bupati Lahat, Cik Ujang SH pihaknya kini berupaya mengantisipasi terjadi kelangkaan obat-obatan dan oksigen di wilayahnya. Sejumlah upaya tengah dilakukan, hingga mengumpulkan seluruh pelaku usaha apotik, oksigen dan klinik di Kota Lahat, guna mengetahui kondisi ketersedian obat dan oksigen saat ini.

Perihal obat obatan ini juga jadi persoalan. Karena adanya perubahan harga, sehingga distributor enggan menjual rugi, ada juga karena sejumlah jenis obat sudah dilarang edar,” tukasnya.

Dia berjanji, pemkab akan mengisi tabung oksigen milik masyarakat dan rumah sakit. “Siapkan seluruh tabung, nanti Pemkab Lahat akan isi sendiri oksigen itu, walupun harus bayar. Terpenting stok oksigen tidak kurang,” terangnya.

Dia meminta kepada apotek, klinik jangan enggan melakukan koordinasi ke Pemkab Lahat. Sehingga pemkab bisa cepat mencari solusi apa yang dibutuhkan.

“Jika ada koordinasi, insya Allah tidak akan ada kelangkaan apa pun, baik itu obat, oksigen, maupun pangan untuk masyarakat,” pungkasnya. (gti)

 

Komentar

Berita Lainnya