oleh

Bupati ini Resmikan Pasar BCL

PANGKALAN BALAI – Banyuasin Bupati Banyuasin H Askolani Jasi SH MH meresmikan Pasar Baru Candi Lopo (BCL) di Desa Suka Damai, Kecamatan Tanjung Lago, Sabtu (2/1).

Askolani menjelaskan pembangunan/revitalisasi pasar rakyat yang diresmikan saat ini dibangun menggunakan data tugas perbantuan Kementerian Perdagangan untuk pasar rakyat Pangkalan Balai DAK tahun 2018, Pasar Candi Lopo, Pasar Rakyat Keluang, Pasar Saleh Agung menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan tahun anggaran 2019. Sedangkan Pasar Perajin menggunakan DAK tahun 2015.

“Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan akses yang lebih baik kepada masyarakat konsumen dan pedagang sekaligus menyediakan pasar rakyat sebagai penggerak perekonomian Daerah, apalagi dimasa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Gedung Pasar BCL ini sudah cukup representatif untuk aktivitas jual beli. Tinggal penataan dan pengelolaan, dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin,” kata Askolani.

Dia menambahkan ada bantuan sebesar Rp1 juta per pedagang dengan total 2400 orang. Dengan bantuan Rp1 juta per pedagang, untuk usaha super mikro atau usaha kecil, pemkab bekerja sama dengan Bank BRI dalam penyaluran bantuan ini melalui rekening Bank BRI dan tidak di potong. Diharapkan semoga para pedagang bisa berkembang dan penuhi kebutuhan warga.

Askolani meminta kepada para pengelola pasar yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin agar dapat mempertahankan aspek kebersihan, keamanan dan kenyamanan lingkungan sehingga tidak terkesan kotor dan kumuh serta mampu mengkoordinir berbagai kepentingan dan kebutuhan rakyat secara lebih baik lagi.

“Jika pasar kita bersih, indah dan nyaman maka akan menarik minat pembeli sehingga dapat menjadi sarana dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang dan juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyuasin,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya,  Askolani berharap agar masyarakat yang ada di Kabupaten Banyuasin dapat menggaungkan GERTAS (Gerakan Tanam Sayur) yang telah dilaunching beberapa waktu yang lalu dengan harapan masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah dan tidak perlu membeli sayuran yang didatangkan dari Kota Palembang sehingga dapat menghemat pendapatan rumah tangga.

“Saya harap diusahakan semaksimal mungkin dan yang dijual adalah hasil produksi sendiri, jangan beli dari Jakabaring, kita sudah melakukan program gerakan tanam sayur, gerakan pelihara unggas, kita harapkan daerah luar beli ke Banyuasin. Jangan sampai pinjam kredit di Bank beli sayuran di Palembang buat dijual kembali di Banyuasin, itu di Palembang perputaran ekonominya. Saya ingin barang tersedia hasil produksi dan hasil dari masayarakat Tanjung Lago,” tandasnya.

Dalam kesempatan kali ini Bupati Askolani menyerahkan secara simbolis Penerima Bantuan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), tenda payung, dan gerobak kepada pedagang.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Banyuasin Erwin Ibrahim menyatakan 4 pasar yang diresmikan operasionalnya, Pasar BCL, Pasar Rakyat Keluang, Pasar Saleh Agung dan Pasar Perajen.

“Hari ini (2/1) penandatanganan empat prasasti sebagai peresmian beroperasi empat Pasar. Seharusnya ada lima Pasar Pangkalan Balai di Cangkring, namun ditunda terlebih dahulu,” katanya.

Dikatakan Erwin, ada 20 pasar yang tersebar di seluruh Kecamatan Kabupaten Banyuasin dan dihuni antara 800-2000 pedagang. Pada kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin bekerja sama dengan pihak Bank BRI memberikan bantuan kepada pedagang Super Mikro untuk mengembangkan usahanya. (ril/ktr1)

Komentar

Berita Lainnya